Breaking News:

Kasus Covid-19 Menurun Drastis, Pemkot Yogyakarta Tetap Enggan Menutup Selter Isoter 

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menegaskan tidak akan menutup selter isolasi terpusat di wilayahnya, meski penularan Covid-19 semakin menurun

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Selter Rusunawa Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menegaskan tidak akan menutup selter isolasi terpusat di wilayahnya, meski penularan Covid-19 semakin menurun.

Kebijakan tersebut, sebagai antisipasi seandainya tren persebaran kasus kembali mengalami lonjakan. 

Sebagai informasi, terdapat dua selter isoter yang secara kewenangan berada di bawah Pemkot Yogyakarta. Meliputi Selter Rusunawa Bener, dan Selter Rusunawa Gemawang.

Baca juga: Proyek Revitalisasi Jokteng Lor Wetan di Kota Yogyakarta Kembali Dilanjutkan

Tetapi, sejauh ini, hanya Selter Rusunawa Bener yang berisikan pasien, itu pun sebatas lima orang saja. 

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menandaskan, meski tidak menampung pasien, pihaknya tetap mensiagakan Selter Rusunawa Gemawang, yang secara geografis berada di wilayah Kabupaten Sleman. Menurutnya, kewaspadaan harus selalu dijaga. 

"Jadi, dua selter tetap kita operasikan. Yang satu kan masih menerima pasien, terus satunya standby, karena memang sudah tidak ada pasien. Tapi, tidak kita tutup, tetap ada penjagaan Satpol PP," ujarnya, Rabu (13/10/2021). 

Menurut Heroe, keputusan untuk tidak menutup Selter Rusunawa Gemawang tersebut, sebagai bagian dari upaya menghilangkan budaya isolasi mandiri di rumah.

Pasalnya, selaras pengalaman saat puncak kasus Juli lalu, banyak warga yang meninggal karena tidak terpantau. 

"Sekarang kan kita inginnya begitu ada kasus baru, pasien langsung dibawa ke selter, isolasinya di selter, tidak lagi isolasi mandiri di rumah. Makanya, selter tidak ditutup. Statusnya tetap kita siagakan, ya," ungkapnya. 

Baca juga: Prediksi Gelombang Ketiga Covid-19 di Akhir 2021, Ini Langkah Dinkes Kulon Progo

"Gemawang itu sekarang kosong, lalu di Bener terisi lima orang. Kalau nanti Bener penuh, ya langsung kita arahkan pasien ke Gemawang. Jadi, tetap kita siagakan, kita tidak menutup," lanjut Wakil Wali Kota Yogyakarta itu. 

Walau begitu, karena sudah tidak berpenghuni lagi, para tenaga kesehatan (nakes) yang sebelumnya ditugaskan di Selter Rusunawa Gemawang pun ditarik kembali.

Namun, Heroe memastikan, seluruhnya siap sedia, jika sewaktu-waktu selter tersebut menerima pasien lagi. 

"Nakes di Gemawang kita tarik, sekarang mereka sudah kita kembalikan ke faskes (fasilitas) kesehatan masing-masing. Kalau Bener penuh dan Gemawang menerima pasien, nakes kita tugaskan lagi," cetusnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved