Breaking News:

Liga 2

LINK Siaran Langsung PSIM Yogyakarta vs Persis Solo

Dalam dua pertemuan terakhir, hasil positif memang lebih berpihak pada Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo.

Dok PSIM
Juru taktik PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro (tengah), bersama dua gelandang Akbar Tanjung (kiri) dan Yoga Pratama (kanan). 

"Penggantinya sudah kami siapkan, ada Sulthon, Sute, nanti kita lihat siapa yang siap bermain," tambahnya.

Kiper Persis Solo, Wahyu Tri Nugroho mengatakan timnya siap 100 persen menghadapi laga Derby Mataram.

"Kami pemain siap 100 persen untuk pertandingan besok malam, pemain dan tim pelatih sudah bekerja keras untuk persiapan pertandingan besok malam untuk pertandingan besok malam. Kami tidak akan meremehkan lawan, tunjukkan saja di lapangan besok untuk hasil yang terbaik," ujar eks kiper Persiba Bantul ini.

"Kita tahu ini derby, pemain tahu apa yang harus kita lakukan. Suporter doakan saja, semoga pemain bisa kasih hasil yang maksimal di lapangan," tandasnya.

Janur Kuning Jadi Simbol Perjuangan Laskar Mataram
Dukungan nyata terus mengalir kepada penggawa PSIM Yogyakarta jelang melakoni laga bertajuk Derby Mataram kontra Persis Solo pada lanjutan Grup C Liga 2 2021/22, Selasa (11/10).

Pada Senin (11/10), suporter klub berjuluk Laskar Mataram tersebut berbondong-bondong hadir di kompleks Wisma PSIM Yogyakarta di Jalan Mawar, Baciro, Kota Yogya, untuk melepas sekaligus memberikan dukungan moril kepada penggawa Laskar Mataram sebelum bertolak ke Solo.

Diwali memanjatkan doa bersama, suporter yang diwakili secara langsung oleh Presiden Brajamusti, Muslich Burhanudin didampingi Sekjen Brajamusti, Niko Angga Ari menyampaikan dukungan secara langsung kepada seluruh pemain serta tim pelatih yang dipimpin Seto Nurdiyantoro.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan suporter juga menyematkan janur kuning di lengan tim pelatih, pemain, serta official Laskar Mataram.

Niko Angga Ari menjelaskan, janur yang disematkan di lengan penggawa Laskar Mataram merupakan simbol perjuangan. Janur kuning adalah lambang yang dikenakan para pejuang di lengan sebagai tanda perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajahan kompeni.

"Janur kuning ini dulu sebagai simbol perjuangan rakyat Yogyakarta melawan penjajah. Sampai saat ini monumen (perjuangan) itu masih ada yakni Monumen 1 Maret. Masyarakat Yogyakarta pada waktu itu memberikan semangat kepada para pejuang dalam bentuk janur kuning,"

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved