Sejumlah Destinasi Wisata di Kulon Progo Terkendala Saat Ajukan Sertifikat CHSE

Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Kulon Progo terkendala untuk mendapatkan sertifikat cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety

Tayang:
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Kulon Progo terkendala untuk mendapatkan sertifikat cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan) dan environment (ramah lingkungan) atau sering disebut CHSE.

Padahal sertifikat itu digunakan sebagai syarat uji coba pembukaan pariwisata terbatas. 

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan karena sifatnya terpola dari pusat maka pihaknya mengikuti alur perkembangan situasi yang ada. 

Baca juga: Masih Ada Daerah Kekeringan Saat Musim Penghujan, Ini Penjelasan BPBD Kabupaten Magelang

Dengan melakukan akselerasi percepatan dan koordinasi secara inten dengan seluruh destinasi wisata yang ada di wilayahnya. 

Sebab untuk mengajukan sertifikat CHSE, setiap destinasi wisata harus mengisi borang sendiri-sendiri tidak bisa secara kolektif. 

Padahal tidak semua destinasi wisata didukung baik sumber daya manusia (SDM) maupun teknologi perangkatnya. 

Sehingga hal itu yang menjadi kendala teknis di lapangan. 

"Sampai hari ini, baru dua destinasi wisata di Kulon Progo yang mendapatkan sertifikat CHSE. Yakni Bukit Wisata Pule Payung di Hargotirto, Kokap dan Ekowisata Sungai Mudal di Jatimulyo, Girimulyo," kata Joko, Minggu (10/10/2021). 

Baca juga: Punya Tipikal Berbeda, Malioboro Kesulitan Peroleh QR Code PeduliLindungi

Adapun destinasi wisata lain, ada beberapa yang sukses melakukan pengisian untuk mendapatkan sertifikat CHSE. Akan tetapi hingga saat ini masih mengantre untuk diverifikasi dan disertifikasi oleh tim auditor. 

Selain itu, ada juga yang susah ketika mengajukan sertifikat CHSE dikarenakan banyak yang mengakses. 

"Mungkin karena seluruh destinasi wisata se-Indonesia mengakses ya sehingga menjadi trouble," ucapnya. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved