Breaking News:

Masih Ada Daerah Kekeringan Saat Musim Penghujan, Ini Penjelasan BPBD Kabupaten Magelang

Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Magelang menyebutkan sebanyak lima Kecamatan masih dilanda kekeringan

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Magelang menyebutkan sebanyak lima Kecamatan masih dilanda kekeringan atau kesulitan air bersih.

Adapun kelima Kecamatan yang dimaksud Kecamatan Salaman, Kecamatan Borobudur, Kecamatan Tegalrejo, Kecamatan Bandongan dan Kecamatan Kajoran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono menuturkan, kekeringan yang terjadi diakibatkan air hujan belum sepenuhnya bisa diserap tanah.

Baca juga: Punya Tipikal Berbeda, Malioboro Kesulitan Peroleh QR Code PeduliLindungi

"Jadi, siklus air hujan bisa menjadi air tanah itu bertahap prosesnya. Sehingga, meskipun hujan turun namun airnya belum bisa dimanfaatkan oleh warga melalui sumber air seperti sumur. Alhasil, meskipun sudah masuk musim penghujan masih ada masyarakat yang kesulitan air," ujarnya pada Minggu (10/10/2021).

Ia menambahkan, untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pihaknya terus menyuplai air bersih ke Desa-Desa yang membutuhkan.

Dalam sekali, suplai air bersih bisa mencapai 5.000 hingga 10.000 liternya.

"Sampai sekarang, dropping (suplai) air bersih masih berjalan. Karena, permintaan dari masyarakat juga cukup tinggi. Karena, sumur-sumur warga masih kering bahkan beberapa mata air pun mengalami hak yang sama," tuturnya.

Baca juga: Dibanjiri Wisatawan, Pemkot Yogyakarta Upayakan Malioboro Segera Dapat QR Code PeduliLindungi

Sementara itu, pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar berkoordinasi kepada petugas terdekat apabila membutuhkan bantuan air bersih.

Karena, pihaknya terus membuka pelayanan dropping air bersih untuk masyarakat.

"Selama masih ada permintaan dari warga untuk air bersih, tetap kami lakukan dropping air. Jadi, tidak tergantung musim hujan atau kemarau," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved