Breaking News:

Sambut Baik Diskresi Wisatawan di Bawah 12 Tahun, Ini Harapan Pemkot Yogyakarta

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyambut baik diskresi yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI,

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyambut baik diskresi yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, terkait batasan usia anak untuk masuk destinasi wisata. Namun, untuk penerapannya, butuh koordinasi lebih lanjut. 

Diberitakan sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Uno secara resmi memberi diskresi kepada pemerintah daerah, untuk mengambil kebijakan mengenai hal itu.

Kota Yogyakarta  dianggapnya telah siap, karena sudah mendeklarasikan tuntas vaksin Covid-19, pada Kamis (7/10/2021) silam. 

Baca juga: Kemenag Berencana Jadikan Candi Prambanan Sebagai Pusat Ibadah Umat Hindu Dunia

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, diskresi yang dipaparkan Menparekraf, di sela kunjungan kerjanya di Kampung Wisata Rejowinangun, pada Jumat (8/10/2021) siang tersebut menjadi angin segar bagi para pengelola dan pelaku pariwisata di Kota Yogyakarta

"Kalau memang dimungkinkan, tentu kita sangat senang, anak-anak di bawah 12 tahun bisa memasuki objek wisata. Tapi, ini harus jadi kebijakan yang sifatnya aglomerasi. Karena Yogyakarta itu kan satu jalur," ucap Heroe. 

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta itu menilai, khusus di DIY, kebijakan tersebut tak dapat hanya dilakukan di satu kota saja.

ehingga, tambahnya, butuh koordinasi di tingkat provinsi, supaya seluruh daerah di DIY mampu melaksanakan diskresi dari pemetintah pusat itu. 

"Tidak bisa untuk kota saja, tapi harus terintegrasi satu aglomeras. Tadi, kami diskusi dengan Pak Kepala Dinas Pariwisata (DIY), agar dilaksanakan secara aglomerasi, karena kalau kota saja, ya tidak bisa," cetus Wawali. 

Baca juga: Jumlah RT Yang Masuk Zona Kuning di Kulon Progo Sedikitnya Hanya 1,12 Persen

"Makanya, perlu ada diskusi khusus dengan teman-teman kabupaten. Kemudian, diskresi ini harus disampaikan ke Ngarsa Dalem juga, biar terkoordinasi," imbuhnya. 

Heroe mengatakan, untuk saat ini, pihaknya masih fokus mendorong seluruh objek wisata di Kota Yogyakarta, agar melengkapi persyaratan operasional. Meliputi, sertifikat CHSE, maupun QR code aplikasi Peduli Lindungi. 

Ia tidak menampik, sejauh ini, masih banyak destinasi di wilayahnya belum mengantongi kedua persyaratan pokok tersebut. Meski baru Gembira Loka (GL) Zoo yang direstui untuk uji coba operasional, seluruh objek wisata harus didorongnya, agar segera melakukan persiapan. 

"Jadi, sekarang kita dorong dulu, destinasi wisata itu untuk melengkapi persyaratannya, CHSE, serta (QR code) Peduli Lindunginya. Karena syarat pertama diskresi di bawah 12 tahun harus memenuhi syarat," ujarnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved