Satgas Penanganan Covid-19 Minta DI Yogyakarta Turunkan BOR RS, Ini Tanggapan Pemda DIY
Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio(BOR) di 27 RS rujukan Covid-19 di DI Yogyakarta terus menurun di tengah melandainya
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio(BOR) di 27 RS rujukan Covid-19 di DI Yogyakarta terus menurun di tengah melandainya penambahan kasus terkonfirmasi.
Kendati demikian, menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, meski sudah tergolong rendah, namun BOR RS di lima provinsi masih lebih tinggi dari angka rata-rata nasional yang sebesar 6,34 persen.
Provinsi tersebut meliputi, Papua sebesar 20,52 persen, Aceh 14,27 persen, DI Yogyakarta 15,84 persen, Bali 11,28 persen, dan NTT 11,44 persen.
Wiku pun meminta ke lima provinsi tersebut untuk menurunkan BOR di wilayahnya masing-masing.
Baca juga: Berbekal Rekaman CCTV, Polres Bantul Tangkap Pencuri Motor dan Penadahnya
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, Pemda DIY terus berfokus untuk menekan penambahan kasus harian serta meningkatkan angka kesembuhan agar RS rujukan semakin lengang.
Menurutnya, BOR di DIY terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu.
BOR RS di DIY sebelumnya sempat menyentuh 100 persen saat lonjakan kasus terkonfirmasi terjadi di pertengahan 2021 ini.
Namun, kini jumlahnya terus menurun. Hal ini disebabkan karena angka kesembuhan selalu lebih tinggi dari jumlah penambahan kasus terkonfirmasi harian.
"Kita tunggu ya, sekarang kan yang sembuh lebih banyak dibandingkan yang positif. Misalnya kemarin yang sembuh 200-an terus yang positif 50 berarti berkuang 150 orang," terang Aji di kantornya, Rabu (6/10/2021).
Aji melanjutkan, sebenarnya Pemda DIY bisa saja mengurangi BOR secara signifikan dengan menambah kapasitas tempat tidur di RS rujukan.
Namun, pihaknya tak memilih opsi tersebut.
"Ya kan nggak mungkin cara menurunkannya dengan menambah kamar. Buat apa seperti itu. Ya kita mengurangi BOR dengan ngurangi kasus dan menambah kesembuhan," jelasnya.
Baca juga: Puluhan Massa Padati PN Yogyakarta Menanti Putusan Sidang Kasus Pelemparan Batu Kotagede
Sementara itu, Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih merinci, per Selasa (6/10/2021) lalu, BOR untuk tempat tidur non critical di DIY berada di angka 16,90 persen.
Dari total ketersediaan berjumlah 1.591 tempat tidur, sebanyak 269 diantaranya tengah digunakan untuk merawat pasien Covid-19.
Sedangkan BOR di ruang critical atau ICU, jumlahnya lebih tinggi. Yakni sebesar 25,76 persen.
Artinya dari total ketersediaan sebanyak 229 ruangan, sebanyak 59 ruangan tengah digunakan untuk merawat pasien dengan kondisi kritis. (tro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)