Breaking News:

Kota Yogyakarta

Disdukcapil Yogya Layani Perekaman KTP-el 9 ODGJ

Tahun ini, perekaman KTP-el bagi sembilan ODGJ dilakukan di rumah masing-masing.

Kompas.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Ilustrasi KTP-el 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta memastikan semua warga Kota Yogyakarta terlayani administrasi kependudukan (adminduk), termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kabid Pelayanan Kependudukan Disdukcapil Kota Yogyakarta, Bram Prasetyo mengatakan perekaman KTP-el bagi ODGJ tetap dilaksanakan.

Hanya saja tidak dilakukan di Disdukcapil, melainkan di rumah masing-masing.

Tahun ini Disdukcapil Kota Yogyakarta melayani perekaman KTP-el 9 ODGJ. Agar bisa terlayani, keluarga ODGJ cukup melaporkan ke kalurahan.

Baca juga: Pemkab Sleman Jemput Bola Pembuatan KTP Elektronik Bagi ODGJ 

Pihak kalurahan yang nantinya akan melaporkan.

"Bagi yang memiliki keterbatasan fisik, karena kesehatan, karena hal yang lain, kami bisa mendatangi di tempat mereka berada. Jadi semuanya tetap terlayani, selama data dilaporkan ke kami,"katanya, Senin (04/10/2021).

Ia melanjutkan ODGJ yang bisa dilayani adalah ODGJ dengan kategori sedang, yang bisa diajak berkomunikasi, dan dikendalikan oleh keluarganya.

Sebab jika ODGJ berat dan tidak bisa dikendalikan, pihaknya kesulitan dalam melakukan perekaman.

Menurut dia, proses perekaman yang paling sulit adalah sidik jari dan iris mata.

Sehingga dibutuhkan peran keluarga untuk bisa mengarahkan.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Sudah Terbitkan KTP-el untuk 3 Transgender Agar Bisa Mengakses Vaksin Covid-19

"Kadang kalau dengan orang lain tidak mau (perekaman), makanya dibutuhkan keluarga untuk membantu. Jadi sebelum melakukan perekaman kami minta keluarga untuk memastikan apakah yang bersangkutan bisa dikendalikan. Jangan sampai kami sudah di sana, ternyata tidak bisa dikendalikan," lanjutnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu satu ODGJ untuk perekaman dari Kemantren Tegalrejo.

Pihaknya masih menunggu kepastian kondisi warga tersebut.

"Ada satu yang masih kami tunggu karena kondisi berat. Kalau keluarganya saja tidak bisa mengendalikan,apalagi kami. Kalau tidak bisa terpaksa kami buat surat keterangan bahwa yang besangkutan sudah terdaftar di Dukcapil, tetapi tidak bisa melakukan perekaman karena gangguan jiwa. Dibuktikan dengan kartu sakit dari dokter," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved