Breaking News:

Pemkot Yogyakarta Sudah Terbitkan KTP-el untuk 3 Transgender Agar Bisa Mengakses Vaksin Covid-19

Selama ini, kelompok rentan administrasi kependudukan memang mengalami kendala dalam mengakses vaksinasi Covid-19

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Untuk menggenjot percepatan proses vaksinasi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memfasilitasi kelompok rentan administrasi kependudukan, terutama kalangan transgender, agar memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dan Kartu Keluarga (KK).   

Selama ini, kelompok rentan administrasi kependudukan memang mengalami kendala dalam mengakses vaksinasi Covid-19, karena tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Sehingga, penerbitan KTP-el tersebut, diharapkan dapat mendorongnya untuk memperoleh imunisasi. 

Kabid Pelayanan Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Yogyakarta, Bram Prasetyo, menyampaikan terdapat delapan transgender yang sudah mengajukan permohonan untuk memperoleh KTP-el yang seluruhnya berasal dari satu komunitas yang sama. 

"Yang mengajukan permohonan itu dari kelompok Kebaya. Mereka sebelumnya mengirimkan data ke provinsi dan kota kabupaten diminta untuk menindaklanjuti. Nah, dari data itu, ada delapan yang di kota (Yogya)," ujarnya, Minggu (12/9/2021). 

Namun, dari delapan pemohon tersebut, satu di antaranya meninggal dunia, sehingga tidak dapat melanjutkan proses pengurusan administrasi kependudukan.

Sementara yang lainnya, sampai sejauh ini masih berproses melengkapi berkas persyaratan untuk penerbitan kartu identitas. 

"Sudah tiga orang (yang diterbitkan KTP-el). Kami masih menunggu berkas persyaratan yang diberikan, karena ada yang belum diserahkan ke Disdukcapil," terang Bram. 

"Yang tiga itu, kami cek di data nasional, tidak ditemukan. Artinya, yang bersangkutan belum terdaftar memiliki NIK. Kemudian, kami masukkan ke data base dan proses rekam data, terus bisa langsung kami cetakkan," imbuhnya. 

Akan tetapi, ia mengatakan, jenis kelamin yang tercantum dalam KTP-el tidak bisa diubah, atau menyesuaikan dengan kodrat kelahirannya.

Hanya saja, dalam proses rekam data foto, para transgender itu, diperbolehkan mengenakan makeup, ataupun menampakkan rambut panjangnya.  

"Jadi, di KTP-el secara keseluruhan tidak ada perbedaan, karena mereka (transgender) status jenis kelaminnya tidak mengalami perubahan, dan tetap laki-laki," katanya. 

Terkait persyaratan yang harus dipenuhi, selain pengantar dari RT dan RW, mereka wajib mengisi formulir identitas, pernyataan tidak memiliki dokumen kependudukan, serta pernyataan tanggung jawab yang ditandatangani pemohon dan diketahui ketua organisasi, atau pendamping. 

"Kemudian, surat pernyataan dari ketua organisasi yang bersedia jadi penanggungjawab penduduk untuk dimasukan dalam KK-nya. Rata-rata mereka memang bukan penduduk kota. Tapi tinggal di kota sudah lama, dan asimilasi dengan masyarakatnya baik," pungkas Bram. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved