Penonton PON Wajib Sudah Divaksin Dua Kali

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya di Papua untuk meningkatkan capaian vaksinasi.

Editor: Agus Wahyu
Istimewa
Karateka putri DIY, Amelia Dinda Salsabila didampingi pelatihnya Widha Sriyanto seusai bertanding di Pra Kualifikasi PON 2019 di Hall Basket Senayan Jakarta, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya di Papua untuk meningkatkan capaian vaksinasi. Ini dilakukan guna mendukung pelaksanaan PON XX di Bumi Cendrawasih.

Dalam arahannya kepada jajaran anggota Polri di Papua, Sigit menyebutkan bahwa pemerintah telah membuat ketentuan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan di PON XX Papua harus sudah divaksin sebanyak 2 kali.

”Saat ini wilayah Papua sedang dilaksanakan PON XX, di mana ketentuan pemerintah terkait masyarakat yang akan menonton menjadi suporter wajib vaksin dua kali. Ini harus dilakukan untuk mencegah transmisi atau penularan yang tentunya akan memunculkan klaster kerumunan,” kata Kapolri dalam zoom meeting dengan para Kapolres di Papua, Kamis (30/9/2021).

Listyo sempat menyapa jajarannya di wilayah yang dijadikan venue penyelenggaraan PON atau dekat dengan venue di antaranya Mimika, Keerom dan Jayapura. Di kesempatan itu ia mendapatkan beberapa data mengenai angka vaksinasi di wilayah tersebut.

Untuk wilayah Mimika, dilaporkan ada 4 venue PON diselenggarakan di sana. Sigit pun meminta jajaran TNI-Polri dan Dinas Kesehatan untuk mencapai target minimal 70 persen masyarakat sudah divaksin.

Sedangkan di Keerom, mantan Kapolda Banten itu mendapatkan data bahwa sudah 70 persen masyarakat sudah divaksin. Sigit menyambut baik capaian angka vaksinasi tersebut dan meminta jajarannya memastikan masyarakat yang ingin menonton pertandingan di PON sudah divaksin dua kali.

"Kemudian pastikan masyarakat Keerom yang datang ke venue terdekat betul-betul sudah divaksin. Ini jadi kerja keras kita semua dan rekan-rekan sudah mampu menghadapi kendala yang ada. Saya hargai kerja keras rekan-rekan semua yang saya yakin tidak mudah melakukan vaksinasi di wilayah masing-masing," katanya.

Di wilayah Jayapura, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu berpesan agar ada strategi khusus guna mempercepat vaksinasi di wilayah tersebut. "Dari laporan tim yang ada memang perlu ada strategi dari mulai sifatnya situasional maupun door to door. Oleh karena itu seluruh strategi harus betul-betul dilaksanakan," katanya.

Sigit pun memerintahkan jajarannya untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa vaksin dua kali menjadi syarat agar bisa menyaksikan pertandingan PON secara langsung. Selain memberikan pemahaman, ia juga memerintahkan jajarannya membuka gerai-gerai vaksin di lokasi venue agar masyarakat yang belum vaksin bisa terlayani dengan baik, sehingga bisa memenuhi syarat menonton pertandingan secara langsung.

”Pemahaman ini mohon diinfokan ke masyarakat sehingga masyarakat yang menonton dipastikan sudah vaksin 2 kali. Ini semua dilakukan untuk mencegah agar transmisi penularan COVID-19 bisa kita jaga karena terjadi kerumunan yang mau tidak mau itu berpotensi menimbulkan terjadinya transmisi COVID-19," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut mantan Kabareskrim Polri itu juga mengimbau masyarakat untuk tak ragu mengikuti vaksinasi. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat bisa menonton cabang olahraga favorit di PON.

Selain bisa menonton pertandingan secara langsung, Listyo menyebut vaksinasi juga dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap ancaman penularan Covid-19.

"Pada saat cabang olahraga yang menjadi favorit masyarakat Papua dan kemudian kesebelasan kita masuk final masyarakat bisa ikut menonton langsung dan syarat harus vaksin dua kali. Yang masih ragu jangan takut karena vaksin ini diberikan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap ancaman COVID-19 dan jangan lupa tetap memakai masker," katanya.

Sementara itu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa PON XX Papua merupakan agenda besar yang sangat menantang. "PON XX Papua event yang sangat menantang. Tidak hanya dari sisi bagaimana mengamankan jalannya pertandingan, tetapi juga dari sisi ancaman pandemi Covid-19," katanya.

Meskipun saat ini hampir di seluruh Indonesia mengalami tren penurunan kasus positif Covid-19, Hadi meminta agar prokes dilaksanakan dengan ketat. Hadi juga menyampaikan, komitmen utama suksesnya PON XX Papua tidak hanya sukses prestasi dan acara, tetapi juga sukses menangani penularan Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved