Manajemen PT PSS Beri Waktu Dejan Antonic Berbenah, Balik Ultimatum Bakal Pindahkan Homebase
Direksi PT PSS yang dipimpin oleh Marco akan memenuhi tuntutan suporter untuk memecat Dejan Antonic, tetapi PSS Sleman bakal pindah home base.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM- Desakan suporter PSS Sleman yang meminta Dejan Antonic lengser dari kursi pelatih klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Sleman urung menemui jawaban yang melegakan.
Sebab, jajaran manajemen PT Putra Sleman Sembada (PSS) memiliki pandangan lain, yakni memberikan teguran keras buntut jebloknya performa di Liga 1 2021/22 sekaligus kesempatan pada juru taktik asal Serbia itu untuk berbenah.
Respon tersebut disampaikan melalui statement resmi di media sosial klub berlogo candi tersebut, Kamis (30/9/2021).
Terdapat 5 poin statement klub yang disampaikan, pertama ialah manajemen PSS mengerti kekecewaan yang dialami oleh Sleman Fans. Dan pihak manajemen klub memastikan telah melakukan evaluasi secara menyeluruh.
"Management PT PSS berikan teguran keras kepada tim kepelatihan. Namun atas dasar evaluasi, secara teknis waktu yang dibutuhkan untuk periodesasi belum didapatkan. Tim masih dalam proses untuk mencapai performa terbaik khususnya dari sisi fisik yang membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan terhitung sejak awal mulai berlatih. Management percaya tim akan segera bangkit dan kembali ke performa yang seharusnya," tercantum dalam poin kedua statement klub.
Poin berikutnya, manajemen PT PSS akan memonitor ketat performa tim di seri ke-2 dan lakukan evaluasi kembali di akhir seri ke-2. Manajemen juga akan melakukan evaluasi terhadap pelatih kepala dan akan mengambil tindakan yang dibutuhkan untuk menjaga tim tetap di dalam jalur yang telah ditargetkan sesuai dengan rencana besar yang telah ditetapkan.
"Management telah melakukan komunikasi terbuka dari hati ke hati dengan pemain, pelatih, official dan semua jajaran yang berkomitmen untuk bangkit dan dapatkan hasil terbaik pada pertandingan berikutnya," tertera pada poin ke-4.
"Bersama ini kami management, pemain, pelatih, dan official meminta dukungan dan kepercayaan dari seluruh Sleman Fans. Dan bersama kita akan dapatkan hasil positif untuk pertandingan-pertandingan berikutnya," tutup statement klub.
Seperti diketahui, kekalahan PSS Sleman dari Persebaya 1-3 di pekan kelima BRI Liga 1 2021/2022, menjadi puncak geramnya kelompok suporter PSS, Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania.
Mereka menuntut agar pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic untuk angkat kaki dari kursi pelatih kepala Super Elang Jawa.
Tercatat, dari lima penampilan di Liga 1 2021/22, Bagus Nirwanto dan kolega hanya mampu menang satu kali, dengan sekali hasil imbang dan tiga kali kekalahan.
Pada Rabu (29/9/2021) seusai laga PSS melawan Persebaya, suporter PSS beramai-ramai datang ke Kantor PT PSS di kawasan jalan Palagan, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.
Para suporter di sana meminta audiensi dengan perwakilan manajemen untuk menjelaskan penyebab PSS Sleman yang kini dinilai bobrok.
Hanya saja menurut salah satu suporter PSS yang tak ingin disebutkan namanya, CEO PT PSS, Marco Gracia Paulo saat dihubungi lewat sambungan telepon tidak bisa berbicara banyak.
Sehingga para suporter memberikan tenggat waktu hingga Kamis (30/9) pukul 15.00 WIB, bagi manajemen PSS untuk memberikan jawaban.