Keutamaan Salat Sunah Qobliyah Subuh, Dua Rakaat yang Tidak Pernah Ditinggalkan Rasulullah

Adapun keistimewaan salat sunnah qobliyah merupakan penambal kekurangan dan kesalahan seseorang ketika melaksanakan shalat fardhu.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
serambi indonesia. tribunnews
ilustrasi sholat 

TRIBUNJOGJA.COM - Salat sunnah rawatib adalah salat sunnah yang mengiringi salat wajib lima waktu.

Salat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum salat wajib disebut salat sunnah qobliyah.

Salat sunah qobliyah Subuh adalah salat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sebelum salat Subuh.

Rasulullah hampir tidak pernah meninggalkan salat sunnah qobliyah Subuh selain dalam perjalanan.

Adapun keistimewaan salat sunnah qobliyah merupakan penambal kekurangan dan kesalahan seseorang ketika melaksanakan shalat fardhu.

Dikutip dari rumaysho.com, salat sunnah qobliyah subuh atau salat sunnah fajr memiliki keutamaan sangat luar biasa.

Di antaranya disebutkan dalam hadits ‘Aisyah,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua raka’at sunnah fajar (qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.”[9]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersemangat melakukan shalat ini, sampai-sampai ketika safar pun beliau terus merutinkannya.

‘Aisyah mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah memiliki perhatian yang luar biasa untuk shalat sunnah selain shalat sunnah fajar.”[10]

Ibnul Qayyim mengatakan, “Termasuk di antara petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersafar adalah mengqoshor shalat fardhu dan beliau tidak mengerjakan shalat sunnah rawatib qobliyah dan ba’diyah. Yang biasa beliau tetap lakukan adalah mengerjakan shalat sunnah witir dan shalat sunnah qabliyah shubuh. Beliau tidak pernah meninggalkan kedua shalat ini baik ketika bermukim dan ketika bersafar.”[11]

Untuk melakukan salat sunah qobliyah, berikut niat dan bacaan wajibnya:

1. Membaca niat

Bacaan atau lafadz niat dari shalat sunnah qabliyah subuh 2 rakaat adalah sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatash-shubhi rak’ataini qabliyyatal lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat shalat sunah sebelum Subuh dua raka’t karena Allah Taala

2. Kedua, membaca surat Al-Fatihah dan surat-surat Alquran

Pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dan kemudian kemudian membaca surat Al-Kafirun. Dan pada rakaat yang kedua setelah membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca surat Al-Ikhlas.

3. Dzikir salat sunah qobliyah subuh

Setelah dua rakaat kemudian salam kemudian membaca zikir salat sunah qobliyah subuh. Menurut dalil hadis riwayat Ibnu Sinni dan Al-Hakim, zikir yang dibaca setelah selesai mengerjakan salat sunah sebelum subuh adalah sebagai berikut:

اَللهُمَّ رَبَّ جِبْرِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَمِيْمَائِيْلَ وَمُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Allahumma rabba jibrila wa israfila wa mika-ila wamuhammadinin-nabiyyi, a’udzubika minan-nar (dibaca 33 x)

Artinya: Ya Allah, wahai Tuhan dari Jibril, Israfil, Mikail, dan Nabi Muhammad. Aku berlindung diri dengan Engkau dari Neraka. (HR. Ibnu Sinni dan Al-Hakim).

( tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved