Yogyakarta

94 Persen Pelaku Wisata di DIY Tervaksin Covid-19 Dosis Pertama

Cakupan vaksinasi dosis pertama untuk pelaku wisata telah menyentuh angka 94 persen dari total sasaran sekitar 35 ribu orang.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
Ilustrasi penyuntikan vaksin 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Vaksinasi Covid-19 yang menyasar pelaku wisata di DI Yogyakarta hampir tuntas.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, cakupan vaksinasi dosis pertama untuk pelaku wisata telah menyentuh angka 94 persen dari total sasaran sekitar 35 ribu orang.

"Sekitar 6 persen yang belum mengikuti vaksinasi karena berbagai alasan misalnya ada karena penyakit komorbid sehingga dia tidak bisa divaksin," terang Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo, Jumat (1/10/2021).

Selain menuntaskan vaksinasi, sejumlah upaya lain ditempuh pihaknya untuk memastikan kesiapan destinasi wisata dalam menerima kunjungan wisatawan.

Baca juga: Sri Sultan Hamengku Buwono X: Vaksinasi Covid di Yogyakarta Tuntas Akhir Tahun

Langkah ini dilakukan sembari menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat terkait keputusan pembukaan destinasi wisata

Sebab saat ini, sebenarnya baru ada 7 objek wisata yang diizinkan menggelar uji coba pembukaan.

Singgih melanjutkan, dalam persiapan pembukaan kembali objek wisata, sertifikasi CHSE menjadi elemen penting sebagai bentuk komitmen pelaku wisata mendukung pemutusan mata rantai penularan Covid-19

Sertifikasi CHSE adalah proses pemberian sertifikat kepada destinasi wisata untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Baca juga: Vaksin Dosis Pertama Ditarget Rampung Akhir November, Pemda DIY Kejar Vaksin Dosis Kedua

“Mereka yang telah mendapatkan CHSE ini sudah sangat siap menyambut wisatawan,” katanya.

"Sekarang ini seluruh usaha pariwisata  termasuk hotel, restoran, lokasi wisata, tempat penjualan oleh-oleh di DIY, lebih dari 300  tempat usaha pariwisata yang telah mendapatkan sertifikasi CHSE," tambahnya.

Sedangkan untuk objek wisata berbasis alam dan masyarakat seperti desa-desa wisata yang belum mendapatkan sertifikasi CHSE dipastikan tengah menjalani verifikasi untuk memastikan kesiapan sarana prasarana maupun sumber daya manusia yang dimiliki.

"Tinggal menunggu aba-aba dari pemerintah pusat karena kita sudah mendapatkan sertifikasi CHSE tersebut, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, pendataan wisatawan, untuk kebutuhan tracing dan tracking," bebernya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved