UGM Yogyakarta Jadi Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia 2021 versi Mosiur
UGM menempati peringkat kelompok 601- 650 dunia dari daftar 2000 lebih perguruan tinggi yang telah disurvei.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Moscow International University Ranking (Mosiur) merilis deretan universitas terbaik di dunia pada pertengahan September 2021 lalu.
Tujuh universitas terbaik, menurut Mosiur, di antaranya adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS).
Dalam daftar perguruan tinggi yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkatan yang bermarkas di Rusia ini juga disebutkan bahwa UGM menempati peringkat kelompok 601- 650 dunia dari daftar 2000 lebih perguruan tinggi yang telah disurvei.
Menanggapi hasil pemeringkatan Mosiur yang menempatkan UGM peringkat satu di Indonesia, Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng, menyampaikan rasa syukur atas rekognisi yang dilakukan oleh pihak luar terhadap UGM selama ini.
“Kami bersyukur atas hasil tersebut karena perbaikan kualitas yang dilakukan secara terus-menerus oleh UGM memberikan hasil dan dibuktikan dengan penilaian oleh pihak luar,” kata Panut Mulyono, Selasa (29/9/2021).
Adapun tiga indikator kriteria pemeringkatan yang dijadikan tolok ukur adalah bidang pendidikan (45%), penelitian (25%) serta indikator universitas dan masyarakat (30%).
Di bidang pendidikan, rasio anggaran terhadap mahasiswa dan rasio mahasiswa dan staf akademik memiliki porsi penilaian paling besar yakni masing-masing 15 persen.
Di UGM, kata Rektor, rasio anggaran terhadap kegiatan mahasiswa dalam bidang riset dan kemahasiswaan ditingkatkan, begitu pun mahasiswa dengan staf akademik makin diperkecil.
“Dana yang dianggarkan untuk mahasiswa makin besar. Harapannya menghasilkan kualitas lulusan yang makin baik dan relevan dengan kebutuhan zaman. Demikian pula rasio mahasiswa per staf makin kecil berarti pelayanan mahasiswa oleh staf makin baik. UGM terus mempertahankan rasio yang baik untuk hal ini bahkan terus meningkatkannya,” ujarnya.
Selain indikator bidang pendidikan, Mosiur juga menilai jumlah prestasi mahasiswa di tingkat internasional dan jumlah persentase mahasiswa dalam berbagai forum ilmiah internasional.
Menurut Rektor, jumlah mahasiswa UGM yang berkiprah dalam kompetisi bergengsi dan menyampaikan hasil riset mereka makin meningkat.
Pihak universitas berupaya memfasilitasi berbagai kegiatan mahasiswa di luar negeri.
“Mahasiswa kita dorong untuk aktif berkiprah di forum-forum internasional bergengsi. Kita bersyukur, mahasiswa UGM banyak memenangi berbagai lomba-lomba internasional. Hal ini tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan oleh para pembina dan pembimbing kegiatan kemahasiswaan dalam koordinasi Direktorat Kemahasiswaan UGM,” tukasnya.
Selanjutnya di bidang penelitian, Mosiur memberikan porsi penilaian terbesar dalam hal jumlah penghargaan dosen dan alumni serta jumlah sitasi dari publikasi internasional.
“Publikasi yang berkualitas dan kekinian harapannya banyak disitasi oleh para peneliti lain baik di dalam negeri maupun di luar negeri. UGM juga terus berusaha menghasilkan produk-produk hilir dari hasil penelitian untuk menggulirkan perekonomian nasional,” terangnya.
Lalu, pada indikator universitas dan masyarakat, terdapat beberapa porsi penilaian diantaranya adalah soal jangkauan web universitas, jumlah pengikut universitas di media sosial dan jumlah halaman situs terindeks oleh mesin pencari terkemuka.
Rektor UGM mengatakan pihaknya memiliki kebijakan untuk terus meningkatkan publikasi dan reputasi ini bisa diakses terus oleh masyarakat luas melalui kanal pengetahuan baik melalui laman resmi, media cetak dan elektronik serta dan media sosial milik universitas.
“UGM terus meningkatkan perannya untuk membagi pengetahuan dan informasi kepada masyarakat dengan berbagai pola. Melalui web, menara ilmu, kanal pengetahuan dan informasi, dan media sosial. Kerja sama dengan media cetak dan online untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian UGM yang ditulis secara ilmiah popular juga dilakukan,” paparnya.
Meski pemeringkatan dari Mosiur ini menempatkan UGM sebagai universitas terbaik saat ini, tapi UGM tidak berpuas diri atas hasil tersebut karena peringkat bisa berubah posisi setiap tahunnya.
Oleh karena itu, UGM terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan dan melakukan evaluasi dari setiap hasil rilis yang disampaikan oleh setiap lembaga pemeringkatan internasional.
“Prinsip kami adalah perbaikan kualitas menyeluruh secara terus-menerus demi kemanfaatan dan kontribusi UGM kepada masyarakat, bangsa, dan negara yang terus meningkat. Ranking yang diperoleh kami jadikan alat evaluasi untuk bagian-bagian mana yang harus mendapat perhatian lebih banyak,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rektorat-ugm_20180417_193857.jpg)