Breaking News:

Jawa

Ada Yoni Berkepala Kura-Kura di Klaten, Jalan Tol Yogyakarta-Solo Dibangun Melayang di Atasnya

Yoni langka berkepala kura-kura yang berada di area persawahan di Klaten dipastikan aman dari pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan Yoni berkepala kura-kura yang dilewati proyek Tol Yogyakarta-Solo di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Minggu (26/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM KLATEN - Yoni langka berkepala kura-kura yang berada di area persawahan di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten dipastikan aman dari pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo.

Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menyebut jika yoni langka tersebut tidak dipindah dari posisi awalnya.

Hal itu, lantaran desain dari pembangunan jalan tol yang melintasi yoni tersebut akan dibuat melayang.

"Nanti jalan layang atau jembatannya diperpanjang sehingga yoninya tidak terganggu begitu rencana awal ya," ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Klaten, Yuli Budi Susilowati saat dihubungi Tribunjogja.com, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Tol Yogyakarta-Solo Wilayah Klaten Libas Yoni Berkepala kura-kura

Menurut Yuli, pihak Disparbudpora Klaten dan pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Yogyakarta-Solo telah melakukan koordinasi sebelum pengerjaan fisik tol di desa itu dimulai.

"Kita sudah bicarakan soal yoni itu sejak jauh-jauh hari bahkan sejak pengukuran dan pembahasan awal dulu bahwa disitu ada yoni yang berada dalam patok tol," ucapnya.

Pada pembahasan awal itu, lanjut Yuli pihak PPK Tol dan penanggung jawab proyek strategis nasional (PSN) itu memang akan dilakukan rekayasa agar yoni tidak terkena tol.

"Kita saat itu bicara dengan PPK tol dan waktu itu akan dilakukan rekayasa agar yoni tidak kena. Kemudian kita juga koordinasi dengan Balai Arkeologi (Balar) Jogja untuk lakukan rekayasa itu," jelasnya.

Diakui Yuli, pada pembahasan awal memang terdapat beberapa opsi terkait rekayasa yang akan dilakukan terhadap yoni langka itu.

Satu diantaranya termasuk untuk memindahkan yoni tersebut dari posisi awalnya. Namun, opsi tersebut urang dilakukan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved