Breaking News:

Niat Salat Sunah Qobliyah Subuh, Qobliyah Dzuhur Beserta Keutamaannya

Salat sunah rawatib dibagi menjadi dua, yaitu Salat Sunah Qobliyah dan Salat Sunah Bakdiyah.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Iwan Al Khasni
Human Resources Online
ilustrasi 

Tribunjogja.com - Salat rawatib merupakan salat sunah yang menyertai salat fardhu (salat lima waktu).

Salat sunah rawatib dibagi menjadi dua, yaitu Salat Sunah Qobliyah dan Salat Sunah Bakdiyah.

Salat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardhu disebut Qobliyah, sedangkan salat rawatib yang dikerjakan sesudah salat fardhu disebut Salat Sunah Bakdiyah.

Dikutip dari laman sumsel.kemenag.go.id, Penyuluh Agama Fungsional Kankemenag Kota Lubuklinggau Hasbi Mustofa mengatakan Rasulullah tidak pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib selain dalam perjalanan.

"Kalaupun tertinggal karena lupa, sakit atau tertidur beliau mengqadanya," ujarnya seperti dikutip dari laman sumsel.kemenag.go.id.

Adapun keistimewaan shalat sunnah rawatib adalah merupakan penambal kekurangan dan kesalahan seseorang ketika melaksanakan shalat fardlu.

Karena manusia tidak terlepas dari kesalahan, maka ia membutuhkan sesuatu yang dapat menutupi kesalahannya tersebut.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Saya menghafal sepuluh rakaat dari Rasulullah: Dua rakaat sebelum shalat zhuhur, dua rakaat setelah shalat zhuhur, dua rakaat setelah shalat maghrib di rumah beliau, dua rakaat setelah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua rakaat sebelum subuh.

Sebelum subuh ini adalah waktu dimana tidak seorang pun yang datang kepada Rasulullah SAW.

Hafshah memberitahuku bahwa jika muazin mengumandangkan adzan dan fajar telah terbit, maka beliau shalat dua rakaat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved