Pindah Tugas ke Tokyo, Kepala BI DIY Sulit Melupakan Yogyakarta

Tugas Hilman Tisnawan sebagai Kepala BI perwakilan DIY akan berakhir September ini.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Kepala Bank Indonesia (BI) Hilman Tisnawan menuturkan kesan dan pesan selama bertugas di DIY di hadapan awak media, Jumat (24/9/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mengenakan baju batik berwarna cokelat kombinasi hitam, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hilman Tisnawan mengaku sulit melupakan Yogyakarta.

Tugas Hilman Tisnawan sebagai Kepala BI perwakilan DIY akan berakhir September ini, dan ia dipercayai untuk mengemban tugas baru sebagai Kepala BI Perwakilan Tokyo, Jepang dalam waktu dekat.

"Pertama saya merasakan di Yogyakarta ini nyaman sekali untuk bekerja. Mungkin jika ada lagu Jogja sulit dilupakan itu benar," kata Hilman, saat menyapa sejumlah awak media di gedung Heritage, Bank Indonesia DIY, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Bangun Jejaring Demi Masa Depan, Kisah Ananda Ikuti Pertukaran Pelajar ke Lancaster di Inggris

Dalam kesempatannya, pria kelahiran Tasikmalaya itu menjelaskan selama dua tahun bertugas di DIY, Bank Indonesia sudah semaksimal mungkin mendukung program-program pemerintah DIY dalam membangun ekosistem ekonomi serta program pemerintahan lainnya.

Meski begitu, Hilman memberi catatan bahwa DIY sangat perlu UMKM yang berkembang.

"DIY butuh UMKM yang berkembang. Caranya mendorong aset bandara YIA supaya maksimal. Jangan hanya dipakai untuk transportasi. Ada potensial lagi untuk ekspor produk UMKM dan logistik se Jawa," ungkapnya.

Hilman melanjutkan, Bank Indonesia akan terus mendampingi masyarakat DIY untuk mendorong agar UMKM bisa naik kelas.

Satu di antara bukti nyata yang sudah dilakukan yakni Bank Indonesia telah meluncurkan metode pembayaran melalui QR Code atau disebut Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Baca juga: Kisah Sosok-sosok Inspiratif yang Muncul di Tengah Situasi Pandemi yang Berkepanjangan

"Teman-teman tahu QRIS itu adalah chanel pembayaran. Bukan produk pembayaran, melainkan chanel. Melalui QRIS semua jenis pembayaran bisa dilakukan," jelasnya.

Tahun ini Bank Indonesia mentargetkan 12 juta merchant di Indonesia harus sudah terfasilitasi QRIS.

"DIY itu ada 315 ribu merchant belum tercapai semua. Baru 87 persen dan itu terus dikejar," terang dia.

Hilman menuturkan, pengalaman selama mengabdi di Bank Indonesia perwakilan di DIY akan diterapkan di Tokyo.

"Nanti kami coba buka ekspor barang dari DIY ke Tokyo. Dan pengalaman selama di DIY pasti akan saya terapkan di Tokyo," pungkasnya. ( Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved