PTM MUlai Dilakukan hingga 80 Persenan

Wali Murid Waswas Anaknya Belajar di Kelas, Minta Sekolah Siaga

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai dilaksanakan kembali di DIY. Meski menjadi angin segar dunia pendidikan, tapi masih ada kekhawatiran orang tua

Editor: Agus Wahyu
istimewa
Ilustrasi. Pelaksanaan PTM Terbatas di SMP Negeri 1 Playen, Gunungkidul pada Senin (20/09/2021). 

Ery sebelumnya menyampaikan, mengenai pembelajaran tatap muka, semua sekolah di Sleman pada prinsipnya sudah siap. Sarana dan prasarana prokes, termasuk satgas dilingkungan sekolah sudah ada. Pihaknya juga sudah memberikan laporan nota dinas mengenai kesiapan sekolah ke Bupati Sleman.

Saat ini, selain menunggu kebijakan resmi dari Bupati Sleman, pihaknya masih merampungkan vaksinasi pelajar yang sudah mencapai 90 persen lebih dari total sasaran 40.133 siswa. Di sisi lain, Pemkot Yogyakarta menegaskan, PTM di wilayahnya digulirkan dengan prinsip kehati-hatian, serta pertimbangan yang matang. Sehingga, potensi terjadinya klaster penularan Covid-19 seperti di daerah lain pun bisa lebih diantisipasi.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menuturkan, pihaknya telah melaksanakan simulasi berulang kali, sebelum sebaran corona meningkat pada Juli lalu. Selain itu, sekolah yang hendak menggelar PTM diwajibkan melewati proses verifikasi dahulu.

"Jadi, sekolah yang mulai buka itu, sudah menjalani proses verifikasi dua kali dari Dinas Dikpora. Ditekankan fasilitas prokes, mekanisme pelaksanaan pembelajaran, hingga keluar masuk siswa," ungkapnya, Kamis (23/9/21).

Sesuai hasil beberapa simulasi tersebut, memang terjadi potensi kerumunan saat pengantaran dan penjemputan siswa. Karena itu, dalam pelaksanaan PTM ini, pihaknya berupaya mengantisipasi, dengan menyiapkan skema antar-jemput yang benar-benar mumpuni.

"Karena yang agak rawan saat pulang dan penjemputan. Makanya, ketika penjemputnya belum datang, ya, anak kita tahan di dalam dulu, jangan keluar," ulas Heroe.

"Kedua, ada yang menggunakan sistem drive thru. Jadi, jemputnya pakai kendaraan, tanpa turun, baik motor atau mobil, di depan halaman sekolahnya," imbuhnya.

Heroe pun tak menampik, saat menggelar simulai beberapa bulan lalu, terdapat seorang murid yang terdeteksi positif Covid-19. Namun, berkat prokes yang dijalankan dengan serius, pihaknya tidak menjumpai satupun siswa yang tertular, setelah dilakukan tracing menyeluruh.

Sementara itu, Ketua Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto menyampaikan, pengawasan seharusnya dilakukan oleh dinas kesehatan, karena PTM selama masa pandemi merupakan polemik kesehatan.

Artinya, bukan lagi masalah pendidikan. "Melalui puskesmas tentunya. Apalagi, sekolah-sekolah itu kan berada di masing-masing wilayah kerja puskesmas, harusnya bisa," katanya, Kamis (23/9/2021).

Menurut Fokki, puskesmas pun tidak akan kesulitan untuk melakukan pengawasan secara berkala, mengingat luas wilayah Kota Yogyakarta yang terbilang kecil. Alhasil, imbuhnya, jarak tempuh ke sekolah-sekolah dapat diaksesnya dengan mudah tanpa kendala.

"Selain itu, Puskesmas kan juga punya surveilans di setiap kelurahan. Mereka seharusnya bisa melakukan mapping (pemetaan), untuk memetakan kerawanan," katanya.

"Toh, Kota Yogyakarta tidak luas-luas banget. Sekolah itu, negeri dan swasta, kalau dipetani (disisir) jauh lebih mudah jika dibandingkan Jakarta atau Semarang. Aksesnya atau transportasi juga gampang," lanjut Fokki.

Verifikasi ulang
Kepala Disdikpora Kulon Progo, Arif Prastowo mengatakan, pihaknya akan melakukan verifikasi ulang penerapan prokes ke semua satuan pendidikan, untuk memastikan kesiapan masing-masing sekolah baik sarana prasana (sarpras) dan standar operasional prosedur (SOP). Selain itu, juga bekerja sama dengan satuan tugas (satgas) di tingkat kapanewon dan kalurahan setempat. "Upaya ini kami lakukan untuk mengawal proses PTM di sekolah," ucap Arif, Kamis (23/9/2021).

Disinggung apakah nantinya di tengah berlangsungnya PTM akan dilakukan tes swab antigen secara acak, pihaknya belum mengarah ke sana, sebab masih akan memaksimalkan prokes di sekolah.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved