Breaking News:

Feature

Sutrisno Punya Koleksi Radio Jadul Paling Tua Lansiran 1960

Seorang warga Klaten, Jawa Tengah memiliki hobi unik, yakni menjadi kolektor radio jadul. Radio-radio jadul ia kumpulkan sejak 16 tahun silam.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
KUNO - Sutrisno mempermelihatkan radio-radio kuno koleksinya, Kamis (23/9/2021). 

Seorang warga Klaten, Jawa Tengah memiliki hobi unik, yakni menjadi kolektor radio zaman dulu (jadul). Radio-radio jadul ia kumpulkan sejak 16 tahun silam. Kini, warga bernama Sutrisno itu telah mengoleksi sekitar 300 unit radio lawas. Sebagian besar radio-radio lawas itu masih bisa digunakan dan mengeluarkan suara yang cukup jernih.

"SAYA itu memang senang dengan radio. Dulu saat saya masih kecil, bapak saya, membelikan radio, dan zaman itu radio adalah barang mewah," ujar pria berusia 69 tahun itu saat saya temui di rumahnya, Kamis (23/9/2021).

Sejak saat itu, pensiunan polisi tersebut mulai tertarik dengan perangkat elektronik yang awalnya ditemukan Nikola Tesla dan Guglielmo Marconi itu. Namun, untuk menjadi kolektor radio jadul, Sutrisno baru benar-benar menekuninya pada 2005 silam.

Saat itu, ia mulai mengumpulkan radio-radio jadul dari berbagai pasar yang ada di Yogyakarta, Solo, Bandung, hingga Jakarta. "Namun banyak juga yang datang ke rumah saya ini untuk mengantarkan radio-radio jadul itu," jelasnya.

Warga Desa Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten itu kemudian menyebut, saat ini terdapat sekitar 300 radio jadul yang ia koleksi. Adapun radio-radio itu keluaran dari Philips, Telesonic, Sanyo, Sony, Panasonic, JVC, dan lainnya.

Radio-radio yang ia koleksi terdiri dari dua tipe, yakni radio transistor dan radio tabung. Radio-radio itu lansiran dari tahun 1960 hingga 1980-an. "Paling tua yang merek Philips itu. Radio ini keluaran tahun 1960, ini radio tabung dan suaranya jernih," jelas Sutrisno.

Diakui, saat awal mulai mengoleksi radio itu, motivasi dirinya murni hanya sebatas hobi. Namun, dalam beberapa waktu belakangan peminat radio jadul atau radio antik mulai bermunculan.

Didatangi pembeli
Ia pun banyak didatangi pembeli untuk membeli radio-radio jadul miliknya. Bahkan, beberapa peminat berasal dari Bali, Kalimantan, dan Sumatra dengan berbagai latar pendidikan yang beragam. "Awalnya saya enggak mau, tapi karena keseringan nanya akhirnya beberapa saya lepas, itu pun juga ke sesama kolektor," katanya.

Untuk harga, berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp1 juta. Di samping itu, kata dia, dengan mengoleksi radio jadul pada dasarnya juga bagian dari melestarikan alat-alat komunikasi yang pernah ada.

Sebab, anak-anak generasi milenial tentu tidak terlalu familiar dengan radio transistor ataupun radio tabung. "Dengan mengoleksi ini setidaknya saya mengenalkan ke anak cucu jika pernah ada sarana komunikasi zaman dahulu seperti ini," tandasnya. (Almurfi Syofyan)

Baca Tribun Jogja edisi Jumat 24 September 2021 halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved