Pelajar Terpapar COVID-19 Pasca PTM, Dinkes Gunungkidul Harapkan Ada Evaluasi

Setidaknya 4 pelajar SD Negeri 1 Panggang, Gunungkidul sejauh ini dilaporkan positif COVID-19. Dampaknya, aktivitas Pembelajaran Tatap Muka

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Alexander Ermando
Suasana SDN 1 Panggang, Gunungkidul pasca temuan kasus pelajar positif COVID-19, Kamis (23/09/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Setidaknya 4 pelajar SD Negeri 1 Panggang, Gunungkidul sejauh ini dilaporkan positif COVID-19.

Dampaknya, aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dihentikan sementara hingga situasi kembali kondusif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty berharap ada tindak lanjut dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) terkait kejadian ini.

Baca juga: Baru 8 Destinasi Wisata di Bantul yang Tersertifikasi CHSE

"Kami harap ada evaluasi yang dilakukan dari dinas terkait," kata Dewi dihubungi pada Kamis (23/09/2021).

Ia menilai, adanya penularan di lingkungan sekolah menandakan pelaksanaan PTM belum sepenuhnya siap dilakukan. Itu sebabnya ia mengharapkan adanya persiapan yang lebih matang.

Apalagi Dewi mengatakan vaksin COVID-19 belum tersedia bagi seluruh usia pelajar. Sejauh ini, vaksin baru bisa diberikan pada anak berumur di atas 12 tahun ke atas, sedangkan yang di bawahnya belum bisa mendapatkan.

"Perlu ada seleksi sekolah yang bisa memulai PTM," ujar Dewi.

Terlepas dari itu, ia tidak mempermasalahkan jika sekolah ingin melaksanakan PTM. Asal dengan catatan, sekolah dalam kondisi benar-benar siap dengan prosedur pencegahan COVID-19.

Sebelumnya, Panewu Panggang Winarno membenarkan adanya penularan di lingkungan SDN 1 Panggang. Total 28 pelajar kelas 5 (sebelumnya disebut 25), 25 pelajar kelas 6 serta 2 guru menjalani tracing dan testing COVID-19.

"Sampai saat ini sudah ada 4 pelajar positif, ini masih menunggu hasil PCR kelas 6 yang baru diambil Selasa (21/09/2021) lalu," jelasnya.

Baca juga: Klaster Sekolah Bermunculan di Berbagai Daerah, Sekda DIY Minta Sekolah Berhati-hati

Satgas COVID-19 Kapanewon Panggang memutuskan menghentikan sementara aktivitas PTM di SDN 1. Seluruh pelajar yang terkonfirmasi positif tengah menjalani isolasi mandiri (isoman), sembari menunggu hasil PCR pelajar lain.

Pelajar isoman dipantau secara ketat oleh petugas Puskesmas setempat. Secara bersamaan, proses tracing juga masih terus dilakukan untuk melacak warga kontak erat.

"PTM baru akan kembali kami buka setelah tidak ada lagi kasus positif," ujar Winarno. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved