Baru 8 Destinasi Wisata di Bantul yang Tersertifikasi CHSE

Dinas Pariwisata Bantul mencatat ada 253 destinasi wisata di wilayah Kabupaten Bantul. Dari jumlah tersebut, hanya delapan obyek wisata yang bersertif

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pariwisata Bantul mencatat ada 253 destinasi wisata di wilayah Kabupaten Bantul. Dari jumlah tersebut, hanya delapan obyek wisata yang bersertifikat CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan).

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyatakan, delapan obyek wisata tersebut sebanyak enam di antaranya berada di Kapanewon Dlingo, seperti Pinus Sari Mangunan.

Sementara sisanya yakni Kids Fun dan Pantai Goa Cemara.

Baca juga: Klaster Sekolah Bermunculan di Berbagai Daerah, Sekda DIY Minta Sekolah Berhati-hati

Ia juga mengungkapkan bahwa sebenarnya, ada beberapa destinasi wisata yang sebenarnya sudah layak mendapatkan sertifikat CHSE.

"Menurut saya beberapa destinasi itu penerapan prokes atau CHSE tidak kalah dengan yang 8, itu ada di beberapa titik. Tetapi belum sempat diuji atau dinilai, jadi belum keluar sertifikatnya," ungkapnya, Kamis (23/9).  

Maka pihaknya pun turut mengusulkan ke kementerian, beberapa lokasi wisata agar dapat memiliki barcode PeduliLindungi dan sertifikat CHSE.

"kita usulkan cukup banyak untuk mendapatkan prioritas, dan nanti kalau ada masukan-masukan lagi, tentu akan dilakukan secara bertahap," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Bendara menuturkan bahwa sertifikat CHSE merupakan salah satu syarat dalam uji coba wisata saat PPKM Level 3 saat ini.

Ia pun mengajak seluruh pengelola tempat wisata untuk melaporkan dan mengurus sertifikat tersebut.  

"Untuk tempat wisata lain ayo kita punya CHSE, karena ini penting. Karena belum semua obyek wisata memiliki sertifikat CHSE. Jadi begitu ada ketentuan di mana yang bisa uji coba harus punya CHSE, lalu semua bergeliat cari CHSE," ungkapnya.

Ia berharap, semakin banyak tempat tujuan wisata yang bisa meniru kesuksesan Pinus Sari Mangunan. Adapun untuk mendapatkan sertifikat CHSE, cukup mudah dan juga gratis. Pengelola wisata dapat mendaftar melalui website chse.kemenparekraf.go.id.

Baca juga: Cabor Triathlon DIY Dapat Medali Perunggu di Eksebisi PON XX Papua 2021

"Dengan adanya sertifikat tersebut wisatawan tidak hanya merasa aman tapi juga jaminan aman saat mengunjungi objek wisata," katanya.

Lebih lanjut, GKR Bendara juga menyatakan bahwa hal penting lainnya selain CHSE adalah sinyal internet yang kuat. Pasalnya, para wisatawan harus mengakses aplikasi PeduliLindungi untuk bisa masuk ke satu kawasan wisata.

"Untuk kendala sinyal memang harus kerjasama dengan dinas kominfo. Jujur saya juga kesulitan sinyal dan memang daerah obyek wisata butuh sinyal yang kuat untuk update Instagram dan sebagainya. Karena kebutuhan anak milenial ini kalau tidak ada sinyal rasanya jauh dari mana-mana," ujarnya.

Ia pun berharap obyek wisata, termasuk Pinus Sari Mangunan dapat menjalin kerjasama dengan pihak lain, misalnya Telkom.

"Seperti di Tebing Breksi yang ada MoU dengan Telkom," tandasnya. (nto)   

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved