Bed Tetap Disiagakan, Meski Kasus Melandai

Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie, ada 60 persen RS yang mulai mengalihkan tempat tidur untuk pasien Covid menjadi bed reguler.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus Covid-19 di DIY terus menurun beberapa hari belakangan. Dilaporkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembajun Setyaningastutie, ada 60 persen rumah sakit (RS) yang mulai mengalihkan tempat tidur untuk pasien Covid-19 menjadi bed reguler.

Pengalihan tersebut bukan berarti menghilangkan, karena bed untuk pasien terpapar virus corona tetap ada dan siap untuk digunakan kembali apabila terjadi lonjakan kasus. Meski begitu, tidak semua RS akan mengalihkan bed untuk pasien reguler. “Untuk bed pasien Covid-19 di sini tidak kami alihfungsikan, meski tidak ada pasien,” ungkap Humas RS Panti Rapih, Maria Vita Puji, kepada Tribun Jogja, Rabu (22/9/2021).

Dia mengatakan, ruang perawatan pasien Covid-19 memiliki standar yang berbeda dengan pasien non-Covid-19. Maka, pihaknya memastikan belum akan mengalihfungsikan tempat tidur menjadi bed untuk pasien reguler.

Dari data Sistem Informasi Rawat Inap (Siranap), per pukul 19.20 WIB, Rabu (22/9/2021), RS Panti Rapih memiliki 8 tempat tidur kosong di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara, untuk dua bed di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) juga kosong. Ruang isolasi bertekanan negatif ada 15 bed yang kosong dari 20 tempat tidur tersedia. Untuk ruang isolasi tekanan negatif, ada 31 bed yang kosong dari 44 tempat tidur yang disediakan.

Di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Sleman, hanya ada dua pasien Covid-19 yang sedang dirawat dengan gejala ringan. Mereka sudah masuk RS sejak beberapa hari lalu.

“Tentu, untuk pengalihan bed, tidak ada karena ini adalah RS darurat. Keputusan lanjut atau tidaknya RS darurat ini nanti ditentukan oleh instruksi Bupati Sleman,” ungkap Kepala RS Darurat Covid-19 Sleman, Tunggul Birowo.

Tingkat keterisian tempat tidur di 27 RS rujukan Covid-19 di DIY terus menurun, dibarengi dengan melandainya penambahan kasus terkonfirmasi di wilayah ini. Sejumlah RS pun telah mengalihkan ruang perawatan Covid-19 untuk melayani pasien umum.

Kendati ada pengurangan kapasitas, RS telah menyepakati perjanjian dengan pemerintah setempat yakni untuk kembali mengadakan ruangan perawatan Covid-19 sewaktu-waktu. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi jika kembali terjadi.

"Begitu angka naik lagi kasusnya mereka siap kembali mendedikasikan untuk Covid. Jadi seperti itu. Mudah-mudahan tidak ada gelombang lagi, ya," jelas Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie, Rabu (22/9/2021).

Saat ini tingkat keterisian tempat tidur di RS rujukan Covid-19 berada di angka 20 persen. Per Selasa (21/9/2021) lalu, untuk bed noncritical tercatat ada 1.615 tempat tidur yang didedikasikan untuk merawat pasien Covid-19.

Sedangkan sebanyak 307 tempat tidur tengah digunakan untuk merawat pasien Covid-19. Untuk ruang critical atau ICU, saat ini total ketersediannya ada 248 ruangan dan yang sedang digunakan ada 85 ruangan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menambahkan, walaupun ada beberapa bed yang digeser untuk perawatan pasien reguler, bed untuk Covid-19 pada prinsipnya bisa diadakan sewaktu-waktu. Sehingga DIY akan selalu siap di tengah kondisi darurat.

Hal itu juga berlaku terhadap seluruh selter isolasi yang disiapkan Pemda DIY untuk mengarantina pasien Covid-19. Misalnya adalah bangunan eks Hotel Mutiara yang dulunya bakal dijadikan tempat isolasi terpusat. Bangunan itu bisa diaktifkan sewaktu-waktu untuk menampung pasien jika ada lonjakan kasus terkonfirmasi.

Sleman
Tingkat Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah RS rujukan Covid-19 di Bumi Sembada mengalami penurunan hingga 21,57 persen. Penurunan ini cukup siginifikan jika dibanding bulan Juli lalu, di mana BOR menembus hingga di atas 90 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama menjelaskan, angka keterisian tempat tidur tersebut dari seluruh RS rujukan Covid yang ada di Sleman. Cahya menyebut, total kapasitas tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan berjumlah 677 bed. Saat ini hanya terisi 146 pasien. Sementara, tempat tidur critical (ICU) berjumlah 119 bed dan sekarang hanya terisi 44 pasien atau setara 36,9 persen.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved