Pemancing Temukan Jenazah Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang Kulon Progo
Jenazah laki-laki tanpa disertai identitas ditemukan mengapung di Sungai Serang yang berada di Bendungan Kidul, Wates, Kabupaten Kulon Progo, Minggu
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Jenazah laki-laki tanpa disertai identitas ditemukan mengapung di Sungai Serang yang berada di Bendungan Kidul, Wates, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (19/9/2021).
Mayat itu ditemukan pertama kali oleh seseorang yang sedang memancing di sungai tersebut.
Kasubbag Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry menyebutkan ciri-ciri jasad korban berperawakan gemuk dengan tinggi badan sekitar 155 sentimeter.
Baca juga: Sebanyak 6 Orang Warga Klaten Ditangkap Polisi saat Main Judi Dadu
Usai jasad korban ditemukan, pemancing itu kemudian memberitahukan kepada perangkat desa setempat yakni Nirwanto (54) dan saksi, Untung Prasetya (40) untuk dilaporkan ke Polsek Wates guna penanganan lebih lanjut.
Mendapati laporan itu, polisi mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Serta mencari para saksi untuk dimintai keterangan.
Namun dari keterangan para saksi, mereka tidak mengenali korban dikarenakan dia bukan warga di sekitar TKP.
Kemudian polisi dibantu relawan PMI melakukan evakuasi terhadap jasad korban dibawa ke RSUD Wates untuk dilakukan visum.
Berdasarkan hasil pemeriksaan visum oleh tim medis di RSUD Wates, terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 20 September 2021: Muntahkan 14 Kali Guguran Lava Pijar 2 Km ke Barat Daya
Di antaranya lebam di bagian dada sebelah kanan dan kiri, luka terbuka di bagian mata di sebelah kanan dan kiri seperti sayatan benda tajam.
Luka di ketiak sebelah kanan sepanjang 5 sentimeter. Luka pada lengan kanan bawah dan pergelangan tangan bagian dalam.
"Pelaksanaan identifikasi mayat juga mengalami hambatan. Karena alat hand beld mambis berfungsi baik namun belum memunculkan data korban. Patut diduga sidik jari korban belum ada pada database atau e-KTP," kata Jeffry, Senin (20/9/2021).
Selanjutnya, tim buser dikerahkan untuk menyelidiki asal-usul identitas korban dan mengkoordinasikan kepada humas polri dalam penyebaran identitas korban. (scp)