Kabupaten Gunungkidul
BOR Turun Signifikan, Dinkes Gunungkidul Kurangi Bed Pasien Covid-19
Dinkes Gunungkidul telah mengurangi jumlah bed pasien bergejala konfirmasi positif Covid-19 di Rumah Sakit (RS) rujukan.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul telah mengurangi jumlah bed pasien bergejala konfirmasi positif Covid-19 di Rumah Sakit (RS) rujukan.
Pasalnya, jumlah pasien saat ini turun signifikan.
Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan saat ini bed yang terisi pasien Covid-19 bergejala mencapai 19 unit.
"Saat ini tingkat keterisian bed (Bed Occupancy Rate/BOR) mencapai 16,3 persen," kata Dewi pada wartawan, Senin (20/09/2021) sore ini.
Baca juga: Gunungkidul Catatkan 156 Kasus Aktif COVID-19, Vaksinasi Dosis I Kini Sudah Mencapai 63 Persen
Ia menjelaskan tingkat BOR Covid-19 dipengaruhi oleh jumlah bed yang disediakan untuk penanganan pasien bergejala. Adapun saat ini, jumlahnya sudah dikurangi.
Dewi mengatakan saat ini terdapat 116 unit bed, dari yang sebelumnya sempat mencapai hingga 160 unit.
Sedangkan yang terisi hanya 19 unit sehingga masih banyak bed kosong.
"Saat (angka) kasus rendah, BOR tidak perlu terlalu dipermasalahkan," jelasnya.
Berkurangnya jumlah pasien juga berpengaruh pada tenaga penanganan.
Dewi mengatakan saat ini, petugas medis yang sebelumnya banyak diperbantukan untuk menangani pasien Covid-19, kini dikembalikan untuk penanganan pasien non-Covid-19.
Adapun pada laporan terbaru hari ini, terdapat 150 kasus aktif konfirmasi positif yang sebagian besar isolasi mandiri (isoman).
Tercatat 1.013 kasus meninggal dunia dan 16.513 kasus sembuh, sehingga angka kumulatif konfirmasi positif mencapai 17.676 kasus.
Baca juga: Update Covid-19 di DI Yogyakarta 20 September 2021, Tambah 83 Kasus, Total Kasus Jadi 154.014
"Hari ini terdapat penambahan 19 kasus konfirmasi positif baru, salah satunya meninggal dunia. Sembuh baru ada 24 kasus," ujar Dewi.
Ia menjelaskan kasus-kasus baru ini merupakan hasil tracing dari kasus yang sudah dilaporkan sebelumnya.
Hal ini menyebabkan angka konfirmasi positif masih bersifat fluktuatif.
Direktur RSUD Wonosari dr Heru Sulistyowati juga mengatakan saat ini banyak tenaga medis yang kembali dialihkan untuk penanganan pasien non-Covid-19.
Tenaga relawan pun masih tersedia untuk membantu penanganan.
"Relawan penanganan jenazah kami kurangi lantaran jenazah yang datang semakin berkurang. Bahkan terkadang tidak ada sama sekali dalam sehari," jelas Heru.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pasien-virus-corona-covid-19-di-icu.jpg)