Breaking News:

Jawa

7 Rumah Ibadah Ikut Diterjang Tol Yogyakarta-Solo dari 15 Desa yang Sudah Terima UGR di Klaten

Nantinya proses ganti rugi rumah ibadah tersebut sesuai dengan wujud aslinya dan tidak boleh diganti dengan uang.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan patok tol Yogyakarta-Solo yang berada di dekat rumah ibadah di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Selasa (16/3/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 15 desa yang tersebar di 4 kecamatan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah telah menerima pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) terdampak tol Yogyakarta-Solo.

Dari data yang ada, sebanyak tujuh rumah ibadah yang berada di 15 itu desa juga ikut diterjang proyek Trans Jawa itu.

"Ada sekitar 7 rumah ibadah yang ikut terdampak tol Yogyakarta-Solo dari 15 desa yang telah dibayarkan UGR tersebut," ujar Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono saat Tribunjogja.com temui di Desa Beku, Kamis (16/9/2021).

Menurut Sulistiyono, nantinya proses ganti rugi rumah ibadah tersebut sesuai dengan wujud aslinya dan tidak boleh diganti dengan uang.

Baca juga: Cerita Petani di Klaten Terima UGR Tol Yogya-Solo Rp4,3 Miliar Tolak Beli Mobil Pilih Bangun 2 Rumah

"Tapi nanti untuk rumah ibadah wakaf, itu tanah ganti tanah dan bangunan ganti bangunan, tidak untuk ganti uang," ucapnya.

Kendati demikian, Sulis tidak merinci di desa mana saja rumah ibadah yang ikut diterjang oleh proyek strategis nasional (PSN) itu.

Sementara itu, Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Yogyakarta-Solo di Klaten, Christian Nugroho membenarkan jika proses ganti kerugian dari rumah ibadah tidak berbentuk uang.

"Prosesnya kita ganti tanah ganti tanah dan bangunan ganti bangunan. Itu sesuai dengan Surat Keputusan Kemenag, itu istilahnya di ruslah," jelasnya.

Baca juga: Mudono Gunakan Uang UGR Tol Yogyakarta-Solo Rp3,2 Miliar untuk Bisnis Indekos

Diakui beberkan Christian, tiga rumah ibadah yang ikut diterjang Tol Yogyakarta-Solo dari 15 desa yang telah menerima UGR yakni di Desa Kranggan, Desa Kapungan dan Desa Brangkal.

Ia mengatakan, untuk saat ini proses pengerjaan fisik tol Yogyakarta-Solo di Klaten telah berlangsung di beberapa desa.

Namun proyek fisik itu baru sebatas pengerjaan awal untuk menentukan jalan poros desa dan saluran irigasi. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved