Breaking News:

HEADLINE

Sultan Minta Ada Penanggung Jawab, Jika Bioskop Akan Dibuka

Sri Sultan HB X: “Nantilah, itu (bioskop) kan tempat berkumpul. Nanti kita batasilah, jangan membuka ruang-ruang seperti itu.

Editor: Agus Wahyu
XXIvia kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah pusat akhirnya mengizinkan bioskop yang berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 dan 3 untuk beroperasi. Kendati demikian, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, yang berada di level 3 PPKM, hingga saat ini belum membuat keputusan terkait pembukaan bioskop di wilayahnya.

Aturan pembukaan bioskop tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat dimintai tanggapan, mengaku masih pikir-pikir untuk melakukan pembukaan bioskop. Sebab, keputusan itu dikhawatirkan bakal menimbulkan kerumunan yang dapat meningkatkan risiko penularan Covid-19.

"Nantilah, itu (bioskop) kan tempat berkumpul. Nanti kita batasilah, jangan membuka ruang-ruang seperti itu," jelas Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Selasa (14/9/2021).

Raja Keraton Yogyakarta ini melanjutkan, jika bioskop nantinya dibuka maka harus ada pihak yang bersedia bertanggung jawab terkait pelaksanaannya. Penanggung jawab ini harus memastikan bahwa pembukaan bioskop telah menerapkan protokol kesehatan, dan mematuhi segala ketentuan yang dibuat oleh pemerintah pusat maupun daerah.

"Yang penting bagi saya ada yang bertanggung jawab. Kalau asal buka lalu yang tanggung jawab siapa," jelas Sultan.

Lebih jauh, Sultan menegaskan bahwa keputusan untuk melonggarkan aktivitas masyarakat harus dilakukan secara hati-hati. Jika sekali saja lengah, kasus terkonfirmasi dapat kembali mengalami peningkatan. "Dulu (PPKM) Level 4 saja bus (wisata) pada datang. Sekarang dibuka bus wisata (datang), (kasus) naik lagi gimana. Jadi kita lebih baik hati-hati, bertahap," beber Sultan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, sebelum melakukan pembukaan, Pemda DIY akan berkoordinasi dengan organiasi yang menaungi bioskop. Asosiasi perlu merancang standar operasional prosedur (SOP) untuk pengunjung yang ingin menonton di bioskop.

"Saya kira bioskop nanti kita lihat dulu bersama dengan organisasi penyelenggara bioskop. Asosiasi atau organisasi harus membuat SOP secara khusus dan bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi," jelas Aji.

Pengawasan
Dari segi pengawasan, Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP DIY, Nur Hidayat mengatakan, pihaknya akan melakukan pemantauan rutin ke seluruh bioskop terutama dalam penerapan prokes. Mereka akan memastikan bahwa pihak manajemen telah menyediakan QR code aplikasi Peduli Lindungi di setiap pintu masuk bioskop.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved