Inilah Tiga Varian Baru Virus Corona yang Diwaspadai Pemerintah Indonesia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pemerintah tengah mengamati tiga varian baru Covid-19 agar tidak masuk ke wilayah Indonesia
Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Indonesia mewaspadai tiga jenis varian baru virus Corona, yang disebut-sebut berpotensi memiliki tingkat penularan yang lebih berbahaya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pemerintah tengah mengamati tiga varian baru Covid-19 agar tidak masuk ke wilayah Indonesia.
"Sebagai antisipasi, kita mengamati ada tiga varian baru yang kita amati dari dekat. Pertama adalah varian Lambda, kedua varian MU, dan yang ketiga adalah varian C.1.2," kata Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Senin (13/9/2021).
Seperti diketahui, kasus harian dan kasus aktif Covid-19 di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir terus menunjukkan trend penurunan.
Baca juga: UPDATE Covid-19 di DIY Selasa 14 September 2021 : Kasus Baru Tambah 144 Pasien, 11 Orang Meninggal
Baca juga: Varian Covid-19 C.1.2 Ditengarai Lebih Berbahaya dari Varian Delta. Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi
Angka kesembuhan terus meningkat, selain itu jumlah kasus aktif Covid-19 di tanah air pun menurun.
Meski demikian, pemerintah Indonesia melalui kementrian kesehatan meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak terlalu meluapkan euforia berlebihan.
Penerapan protokol kesehatan (prokes) serta menjaga pola hidup sehat dan bersih tetap harus dilakukan.
Tren positif inipun harus tetap dipertahankan agar tidak terjadi lonjakan ataupun gelombang penularan Covid-19 berikutnya.
Termasuk potensi masuknya varian baru virus corona yang harus dicegah.

Budi menyebutkan, varian Lambda dan Mu yang keduanya ditemukan di Amerika Selatan itu telah dimasukkan kategori variant of interest oleh World Health Organization (WHO).
Ia mengatakan, varian Lambda telah menyebar di 42 negara, sedangkan penyebaran varian Mu lebih cepat.
Kini, Mu tersebar di 49 negara.
"Kedua varian ini memiliki kemampuan untuk menghindari sistem imunitas atau sistem kekebalan dari tubuh kita sehingga efektivitas dari vaksin yang diberikan akan menurun terhadap kedua varian ini," kata Budi.
Sementara itu, varian C.1.2 merupakan varian terbaru yang ditemukan di Afrika Selatan dan disebut telah mengkhawatirkan banyak ilmuwan.
"Karena varian ini mutasinya banyak sekali yang sama seperti yang lainnya, juga mereka dilihat bisa menghindari sistem kerja imunitas kita yang sudah bentuk berdasarkan varian-varian sebelumnya," ujar Budi.
