Breaking News:

Panewu dan Lurah di Kulon Progo Diimbau Awasi Warganya Saat Isoman

Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo mendorong para panewu dan lurah di wilayahnya untuk mengawasi warganya yang

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo mendorong para panewu dan lurah di wilayahnya untuk mengawasi warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing. 

Sebab, hal itu menjadi sorotan Presiden Joko Widodo ketika mengunjungi DI.Yogyakarta pada Jumat (10/9/2021) kemarin. 

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan tren kematian menjadi catatan presiden bagi Kabupaten Kulon Progo.

Baca juga: 3.830 Orang Positif Corona Berkeliaran di Mal Terdeteksi Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Maka dari itu gugus tugas Covid-19 mengimbau kepada panewu dan lurah di Kulon Progo harus betul-betul memantau warganya yang sedang isoman di rumah. 

"Kalau bisa pasien isoman dipindahkan ke isoter Rusunawa Giripeni maupun RS rujukan Covid-19. Jangan-jangan mereka juga bergejala tapi seolah-olah tidak bergejala. Jangan sampai nanti ada badai Covid-19 yang lebih mengerikan di Kulon Progo," kata Fajar, Senin (13/9/2021). 

Menurutnya, masyarakat saat ini juga masih enggan memeriksakan diri semisal mengalami masuk angin. Dikarenakan mereka memiliki asumsi nantinya akan di covidkan. 

Sebab ketika di rumah sakit, pasien juga akan discreening dengan swab antigen. Sehingga itu yang menjadi ketakutan tersendiri bagi masyarakat. Namun ketika pasien menjalani perawatan di rumah kondisinya sudah parah. 

Sehingga Fajar menyarankan kepada masyarakat untuk memeriksakan diri ke rumah sakit umum daerah (RSUD) yang ada di kabupaten tersebut supaya mudah dalam mengklaim biaya. 

Sementara, Pejabat (Pj) Lurah Giripeni, Parmin mengatakan pihaknya di pemerintah kalurahan melibatkan sampai dengan tingkat rukun tetangga (RT) melakukan pengawasan isoman di rumah. 

Baca juga: Raperda BPRS Dicabut, Fraksi PKS Walk Out dari Rapur DPRD Kota Yogyakarta

Namun, jika rumah pasien tidak memenuhi syarat sebagai tempat isoman maka akan diusulkan ke tingkat kapanewon atau puskesmas agar menjalani karantina di isolasi terpusat (isoter) Rusunawa Giripeni. 

Selain pengawasan dari perangkat setempat, puskesmas juga melakukan pemantauan komunikasi bagi pasien bergejala sedang hingga berat. 

"Tentunya mereka juga akan mendapatkan penanganan dari kesehatan guna meminimalisir kematian akibat terpapar Covid-19," ucapnya. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved