Breaking News:

Optimalkan Layanan Air Bersih, Bendungan Bribin II Gunungkidul Akan Kembali Diaktifkan

Bendungan Bribin II di Pedukuhan Sindon, Kalurahan Dadapayu, Semanu, Gunungkidul direncanakan akan diaktifkan kembali. Adapun pemanfaatan

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta (kanan) meninjau kondisi Bendungan Bribin II di Semanu, Gunungkidul beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Bendungan Bribin II di Pedukuhan Sindon, Kalurahan Dadapayu, Semanu, Gunungkidul direncanakan akan diaktifkan kembali.

Adapun pemanfaatan bendungan sungai bawah tanah ini sempat vakum selama beberapa tahun terakhir.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani, Toto Sugiharta mengatakan, rencana pengaktifan kembali Bendungan Bribin jadi wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 12 September 2021: Tambah 146 Kasus, 446 Pasien Dinyatakan Sembuh

"BBWS beberapa waktu lalu menginformasikan pengecekan Bendungan Bribin II," jelas Toto pada wartawan, Minggu (12/09/2021).

Menurutnya, pengecekan dilakukan dengan cara penyelaman ke Bendungan Bribin II. Penyelaman menjadi bagian dari proses survei dan pendataan terkait kondisi bendungan tersebut.

Toto mengatakan proses penyelaman melibatkan Tim Penyelam TNI Angkatan Laut (AL). Tim ini merupakan bagian dari Dinas Penyelaman dan Penyelamatan Bawah Air (Dislambair), Koarmada II.

"Pengecekan dilakukan pada bagian sedimen, kondisi bendungan, hingga valve di pipa pelimpah," ujarnya.

Menurut Toto, program pengaktifan kembali Bendungan Bribin II akan menimbulkan dampak berlipat. Sebab nantinya bisa mengoptimalkan layanan air bersih ke wilayah yang lebih luas.

Ia mengatakan Bendungan Bribin II sebelumnya sudah pernah aktif. Namun pada 2017 terkena dampak Badai Cempaka hingga akhirnya harus divakumkan.

Baca juga: Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kulon Progo Terus Digencarkan, Termasuk Bagi Transgender

"Saat itu debit air menjadi hilang sekitar 40 liter per detik," ungkap Toto.

Jika diaktifkan kembali, maka layanan air bersih bisa mencapai wilayah Kapanewon Tepus, Rongkop, hingga Girisubo. Adapun rencananya pekerjaan fisik terkait Bendungan Bribin II akan dimulai tahun 2022 mendatang.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta beberapa waktu lalu menyatakan optimalisasi air bersih menjadi salah satu prioritas program kerjanya. Sejumlah sumber air bersih yang sudah beroperasi akan ditingkatkan kemampuan produksinya.

"Ini jadi upaya kami untuk menekan dampak kesulitan air bersih saat musim kemarau," jelasnya. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved