Breaking News:

Disparpora Kabupaten Magelang Belum Izinkan Simulasi Operasional Wisata Kolam Pemandian

Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang belum memberi izin untuk simulasi operasional wisata kolam pemandian.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Suasana kolam renang Kid Podhojoyo, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (12/09/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang belum memberi izin untuk simulasi operasional wisata kolam pemandian.

Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein menuturkan, belum dilaksanakannya uji coba simulasi pada objek wisata air tersebut merujuk pada rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

"Wisata tirta ini kan luas, yang belum diizinkan  yang seperti kolam pemandian atau kolam renang. Karena, itu kan kontak langsung, jadi sulit untuk menjaminnya keamanan pengunjung ketika berada di dalam air. Sedangkan, wisata berbasis air yang tidak kontak langsung seperti rafting masih diperbolehkan," ujarnya kepada Tribun Jogja, pada Minggu (12/09/2021).

Baca juga: PS HW UMY Takluk 1-4 dalam Uji Coba Lawan HW FC, Pelatih: Bagus Untuk Persiapan Liga 3

Sebelumnya, Disparpora Kabupaten Magelang telah melakukan kegiatan uji coba simulasi pembukaan wisata di beberapa tempat yakni, Svargabumi Borobudur, Ketep Pass, Candi Borobudur, dan wilayah Bukit Setumbu.

Pelaksanaan uji coba simulasi tersebut, sebagai tindak lanjut dari instruksi menteri dalam negeri yang menetapkan wilayah Kabupaten Magelang berada pada level 3.

"Uji coba simulasi pembukaan wisata sudah dilakukan dengan rekomendasi dari Bupati dan Satgas Covid-19. Di mana, pada simulasi hanya diperbolehkan menerima kunjungan maksimal 25 persen dari kapasitas normal serta penerapan prokes yang ketat. Nantinya, hasil dari simulasi ini akan dijadikan evaluasi," tuturnya.

Sementara itu,  pemilik kolam renang Kid Podhojoyo, Muntilan, Kabupaten Magelang, Sholichah (44) menuturkan, hampir dua tahun wisata pemandian kolam renang yang dimilikinya tidak beroperasi.

"Sejak pandemi merebak sekitar Maret 2020 lalu, kami sudah tidak beroperasi normal, hingga mulai April 2020 tutup total. Pendapatan kami sama sekali tidak ada," ucapnya.

Bahkan, dirinya mengaku terpaksa merumahkan dua orang pegawainya karena tak mampu memberi insentif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved