Bisnis
Pertumbuhan Investor di DI Yogyakarta Meningkat hingga Agustus 2021
Jumlah emiten di DIY juga bertambah 1 emiten lagi pada Rabu, 8 September 2021.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penyelenggaraan Public Expose Live 2021 pada 6–10 September 2021 sukses ditutup dengan terciptanya beberapa pencapaian baru.
Pelaksanaan acara yang seluruhnya dilakukan secara virtual ini dihadiri oleh 49.395 peserta daring, melampaui target 44.000 peserta.
Angka tersebut juga melampaui pencapaian 41.361 peserta daring pada pelaksanaan Public Expose Live 2020.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengapresiasi terlaksananya seluruh rangkaian acara Public Expose Live 2021 ini.
Baca juga: Ditopang Konsumsi dan Investasi, Ekonomi DI Yogyakarta Tumbuh 11,8 Persen di Masa Pandemi Covid-19
Menurutnya, acara yang sering disingkat sebagai Pubex itu, memang dinantikan investor pasar modal, termasuk di DI Yogyakarta.
Irfan juga mengatakan, pertumbuhan pasar modal di DIY selama pandemi Covid-19 cukup pesat.
Tidak heran, Pubex cukup ditunggu investor karena memaparkan keadaan 50 top emiten andalan.
“Pertumbuhan investor di DIY sangat menggembirakan di tahun 2021 ini. Jumlah investor di DIY per Bulan Agustus 2021 mencapai 96.692 investor. Jika dibandingkan, jumlah investor bulan Agustus tahun 2020 lalu yang baru 56.113 investor,” beber Irfan, Sabtu (11/9/2021).
Dia menyimpulkan, dalam satu tahun, jumlah investor di DIY mengalami peningkatan sebanyak 40.579 orang.
“Angka tersebut adalah suatu pertumbuhan yang sangat signifikan untuk ukuran DIY dalam kurun waktu setahun terakhir,” sambung Irfan.
Bersamaan dengan pertumbuhan jumlah investor di DIY, transaksi pasar modal pun mengalami peningkatan yang sangat menggembirakan.
Baca juga: Pertumbuhan Investasi di DIY Melonjak Dibandingkan Tahun Lalu
Jumlah rata-rata transaksi bulanan selama 2021 (Januari-Agustus) mencapai angka Rp 5,61 Triliun per bulan.
Jika dilihat periode yang sama di tahun sebelumnya, rata-rata transaksi bulanan di DIY hanya mencapai Rp 1,44 Triliun per bulan.
Tidak hanya itu, ada satu lagi emiten dari DI Yogyakarta yang tergabung dalam Bursa Efek Indonesia (BEI).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pertumbuhan-ekonomi-di-yogyakarta-tahun-2020-alami-kontraksi-sebesar-269-persen.jpg)