Breaking News:

Apa Itu Varian MU, Berikut Gejala Mendasar yang Perlu Kamu Tahu

Mu, yang pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021 dan secara ilmiah dikenal sebagai B.1.621

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Vanessa JIMENEZ / AFP
Pekerja merawat pasien Covid-19 di unit perawatan intensif (ICU) di Bogota. Varian virus corona baru terdeteksi untuk pertama kalinya di Kolombia dan disebut "mu" menyebabkan gelombang pandemi paling mematikan di negara itu 

Tribunjogja.com -- Badan Obat Eropa (EMA) mengatakan virus corona varian Mu bisa lebih mengkhawatirkan, meskipun belum ada data yang menunjukkan itu akan menyusul strain Delta yang dominan.

Mu, yang pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021 dan secara ilmiah dikenal sebagai B.1.621, diklasifikasikan awal bulan ini sebagai varian of interest (VoI) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

EMA, sementara terutama berfokus pada varian Delta yang sangat menular, "juga mencari varian lain yang mungkin menyebar, seperti Lambda (diidentifikasi di Peru) dan baru-baru ini Mu," kata Kepala Strategi Vaksin EMA Marco Cavaleri.

"Mu berpotensi lebih mengkhawatirkan karena potensi peningkatan kekebalan tubuh yang lolos yang mungkin ditunjukkannya," ungkapnya dalam konferensi pers, seperti dikutip Channel News Asia, pada Kamis (9/9/2021),

Regulator yang berbasis di Amsterdam, Belanda, yang memeriksa obat-obatan untuk 27 negara anggota Uni Eropa, akan berdiskusi dengan pengembang vaksin tentang efektivitasnya saat ini dalam menangani varian Mu, Cavaleri menyebutkan.

"Namun, saya harus mengatakan, kami belum memiliki data yang akan menunjukkan bahwa varian Mu menyebar sebanyak varian Delta, dan apakah itu akan memiliki peluang untuk menyalip varian Delta sebagai strain dominan," ujar dia.

Semua virus, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19, bermutasi dari waktu ke waktu.

Kebanyakan mutasi memiliki sedikit atau tidak berpengaruh sama sekali, tetapi beberapa bisa memengaruhi sifat virus termasuk seberapa mudah mereka menyebar, tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya, dan ketahanannya terhadap vaksin.

WHO saat ini mengidentifikasi empat varian COVID-19 yang masuk kategori varian of concern (VoC), termasuk Alpha yang ada di 193 negara dan Delta yang ada di 170 negara.

Lima varian, termasuk Mu, masuk kategori VoI.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved