Mulai Menggeliat, Pengunjung Pasar Tradisional di Sleman Diklaim Naik 50 Persen 

Geliat ekonomi di pasar tradisional di Kabupaten Sleman perlahan diakui mulai membaik. Pantauan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Suasana di pasar tradisional Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Geliat ekonomi di pasar tradisional di Kabupaten Sleman perlahan diakui mulai membaik. Pantauan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, pengunjung pasar tradisional mengalami kenaikan hingga 50 persen dibanding bulan sulit sebelumnya.

Hal ini seiring cakupan vaksinasi yang kian masif di masyarakat dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah turun ke level 3. 

"Hasil pantauan kami memang sekarang tren kenaikan meningkat. Mungkin karena vaksinasi yang sudah luas sehingga masyarakat belanja ke pasar merasa sudah safe (aman)," kata Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Kabupaten Sleman, Nia Astuti, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Berbah Sleman Dikejutkan dengan Sosok Bayi Laki-laki di Dalam Kardus

Nia mengungkapkan, total ada 88 pasar tradisional di Bumi Sembada. 42 di antaranya adalah pasar yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten. 35 pasar desa dan lainnya dikelola oleh swasta maupun koperasi.

Hingga kini, cakupan vaksinasi bagi pedagang pasar tradisional sudah mencapai 90 persen daru total 14.000 sasaran. 

Disperindag, kata Nia, rutin melakukan monitoring ke sejumlah pasar untuk memastikan protokol kesehatan dipenuhi dengan baik. Hasilnya, kata dia, sejauh ini pelaksanaannya sudah cukup baik. Telah tersedia imbauan menjaga jarak dan tempat cuci tangan.

Agar prokes tetap terjaga dengan baik, pihkanya juga mengintensifkan peran Gugus Tugas covid tingkat pasar yang terdiri dari petugas pasar, pengurus paguyuban hingga komunitas yang ada di dalam pasar. 

Baca juga: Susul Taman Pintar, GL Zoo Dapat Rekomendasi Uji Coba Pembukaan di Masa PPKM Level 3 

"Kami terus monitoring dan melakukan pengecekan sarpras secara rutin," kata dia. 

Terpisah, Sekretaris Disperindag Sleman, Haris Murtapa berharap, pengunjung dan pedagang di pasar tradisional tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, seiring geliat ekonomi yang kini mulai tumbuh.

Menurut dia, PPKM di Sleman memang sudah turun ke level 3 namun tetap harus waspada. 

"Jangan sampai lengah. Makanya kami terus monitoring SOP di pasar. Prokes yang masih kurang, kami terus sempurnakan. Kamu juga melakukan evaluasi," kata dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved