PPKM DI Yogyakarta Level 3, Relawan Mahasiswa dari Poltekkesyo Tetap Bantu di Fasilitas Kesehatan
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Yogyakarta memastikan sejumlah relawan mahasiswa yang sempat diterjunkan
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Yogyakarta memastikan sejumlah relawan mahasiswa yang sempat diterjunkan untuk membantu fasilitas kesehatan (faskes) di DIY akan tetap membantu hingga Desember 2021 nanti.
Diketahui, pada bulan Juli 2021, ada kurang lebih 130 mahasiswa tingkat akhir Poltekkesyo yang diturunkan langsung untuk membantu pelayanan Covid-19 di rumah sakit (RS) maupun faskes lain.
Para relawan mahasiswa juga sudah mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) yang merupakan bukti dari pemerintah terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang sudah teregistrasi.
Baca juga: Jaga Kelestarian Alam, 13 Pasangan Calon Pengantin Tebar Benih Ikan di Waduk Sermo Kulon Progo
Mereka rencananya hanya menjadi relawan sampai tiga bulan setelah bulan Juli 2021.
“Relawan mahasiswa itu masih lanjut sampai Desember 2021 nanti. Mereka masih berada di sejumlah RS di DIY, seperti RSUD Sleman, RSPAU dr S Hardjolukito, RSUD Nyi Ageng Serang. Kami juga sudah integrasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY,” ungkap Wakil Direktur bidang Akademik Poltekkesyo, Dr Heni Puji Wahyuningsih kepada Tribun Jogja, Kamis (9/9/2021).
Integrasi tersebut, kata dia, memudahkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) di faskes-faskes yang ada.
Sebagai contoh, apabila ada rumah sakit maupun faskes yang membutuhkan nakes, maka para mahasiswa ini bisa langsung diperbantukan ke tempat tersebut.
Relawan mahasiswa juga ada yang ditempatkan menjadi vaksinator di masa serbuan vaksinasi Covid-19 seperti ini.
“Ya, kami sudah memetakan, jenis-jenis kebutuhan di lapangan seperti apa, apakah butuh petugas rekam medis, radiografer, teknik kefarmasian, bidan, perawat atau sanitasi lingkungan,” jelasnya lagi.
Baca juga: Dimulai Minggu Depan, Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di Kota Yogyakarta Bergulir Bertahap
Dia mengungkapkan, mahasiswa yang menjadi relawan ini akan mendapatkan nilai praktik sesuai dengan pencapaian pelayanan dan juga kompetensi.
Juga ada sertifikat dari kampus untuk menunjukkan bahwa mahasiswa pernah menjadi relawan di masa pandemi,
Dengan begitu, sertifikat bisa menjadi nilai tambah saat mahasiswa benar-benar sudah terjun ke dunia kerja.
“Itu praktik tertinggi yang dilakukan mahasiswa, pelayanan kesehatan saat situasi pandemi. Kerelawanan itu juga mendukung kebijakan kementerian tentang merdeka belajar kampus merdeka,” tukasnya. (ard)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-dokter-yang-merawat-pasien-virus-corona.jpg)