Kebutuhan Oksigen untuk Pasien Covid-19 di DI Yogyakarta Menurun
Kebutuhan gas oksigen untuk pasien Covid-19 di DI Yogyakarta mulai beranjak normal di tengah melandainya kasus terkonfirmasi.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebutuhan gas oksigen untuk pasien Covid-19 di DI Yogyakarta mulai beranjak normal di tengah melandainya kasus terkonfirmasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, saat ini kebutuhan oksigen mengalami penurunan yakni menjadi sekitar 15 ton per hari.
Saat lonjakan kasus terjadi, kebutuhan oksigen di DIY sempat mencapai 55 ton sehari.
“Kebutuhan oksigen liquid rata-rata per hari di DIY itu sekarang 15 ton,” ujar Aji, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Mulai 14 September 2021, Supermarket di Sleman Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi
Aji melanjutkan, DIY saat ini memiliki oksigen generator yang berpusat di Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG), Jalan Kusumanegara, Yogyakarta.
Operasionalnya dikoordinasikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY.
Kendati mengalami penurunan, oksigen generator tetap difungsikan untuk memenuhi kebutuhan di daerah. Juga sebagai langkah antisipasi seandainya kasus positif kembali mengalami lonjakan.
"Sentra oksigen ini setiap harinya dapat melayani sekitar 350 tabung oksigen berukuran 6 meter kubik," bebernya.
Baca juga: Terungkap, Pelaku Pencurian Uang di SDN 2 Pucanganom Rongkop Gunungkidul Adalah 5 Pelajar
Selain sentra oksigen terpusat di BPPTG tersebut, beberapa RSUD telah memiliki generator oksigen secara mandiri seperti RSUD Wonosari di Gunungkidul, RSUD Panembahan Senopati di Bantul, dan RSUD Nyi Ageng Serang di Kulon Progo.
"Kapasitas oksigen generator berbeda-beda antara satu dengan lainnya," ungkapnya. (tro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tabung-oksigen-ilustrasi.jpg)