Breaking News:

Mulai 14 September 2021, Supermarket di Sleman Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Pemerintah Kabupaten Sleman mewajibkan supermarket hingga hypermarket menggunakan aplikasi PeduliLindungi, mulai tanggal 14 September 2021

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
freepik
ILUSTRASI Supermarket 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman mewajibkan supermarket hingga hypermarket menggunakan aplikasi PeduliLindungi, mulai tanggal 14 September 2021.

Aturan ini tertuang dalam Instruksi Bupati (Inbup) Sleman nomor 27/INSTR/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 untuk menanggulangi pandemi corona (Covid-19). 

"Supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai tanggal 14 September 2021," kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, melalui Intruksi yang ditandatangani, sejak 7 September 2021. 

Baca juga: Terungkap, Pelaku Pencurian Uang di SDN 2 Pucanganom Rongkop Gunungkidul Adalah 5 Pelajar

Dalam aturan tersebut, supermaket, hypermarket, toko berjejaring, pasar rakyat, pasar tradisional, toko kelontong termasuk pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 21.00 WIB dan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. 

Sementara pasar rakyat atau pasar tradisional yang menjual barang non-kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi maksimal 50 persen hingga pukul 17.00 WIB dan mengedepankan protokol kesehatan ketat. 

"Apotek dan toko obat dapat beroperasi 24 jam penuh," tulisnya. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan, kewajiban menggunakan aplikasi PeduliLindungi di supermarket dan hypermarket berlaku mulai 14 September 2021.

Saat ini, para pengelola supermarket dan hypermarket yang ada di Sleman sudah diberi panduan agar dapat melakukan pendaftaran di aplikasi PeduliLindungi. Pendaftaran dilakukan oleh masing-masing pengelola. 

"Iya. Sudah kita pandu dan sekarang proses pendaftaran untuk mendapatkan barcode (aplikasi PeduliLindungi)," katanya. 

Baca juga: Ribuan Ikan Liar di Kali Dengkeng Klaten Mendadak Mati, Ini Kesaksian Warga

Mae tidak hafal jumlah supermarket dan hypermarket di Bumi Sembada.

Namun, menurutnya, program ini diberlakukan seluruh Indonesia. Pengelola supermarket maupun Hypermarket seluruh Indonesia saat ini sedang proses pendaftaran untuk mendapatkan kode batang (barcode) dari Kementerian Perdagangan.

Deadline-nya sampai tanggal 14 September. Jika sampai batas waktu belum mendapatkan barcode, maka menurut Mae, pengelola tetap melakukan pengecekan sertifikat vaksin secara manual. 

"Kalau belum dapat (kode batang) sampai deadline, tetap harus ada screening. Kan ada sertifikat vaksin, kemarin ada yang sepakat untuk dicek manual. Tapi prokes harus tetap ditegakkan," kata dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved