Breaking News:

Yogyakarta

Dishub DI Yogyakarta Rencanakan Simpul Perbatasan untuk Awasi Pergerakan Wisatawan

Simpul perbatasan wilayah bertujuan untuk mengantisipasi serbuan bus pariwisata dari luar daerah yang masuk ke wilayah DIY.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tak ingin kecolongan adanya bus pariwisata yang nekat masuk ke wilayahnya saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemerintah DIY berencana menentukan simpul perbatasan antar daerah.

Nantinya pemerintah di wilayah perbatasan akan membentuk kesepakatan, untuk mempermudah penyekatan jalan di saat pemerintah belum membuka sepenuhnya mobilitas masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti mengatakan, pihaknya sudah membahas terkait penataan simpul perbatasan wilayah tersebut, guna mengantisipasi serbuan bus pariwisata dari luar daerah yang masuk ke wilayah DIY.

Baca juga: Tak Mau Kecolongan Wisatawan dari Luar Daerah, Pemkot Yogyakarta Segera Terapkan One Gate System 

"Ini sedang kami siapkan instrumennya, sudah kami diskusikan dengan seluruh Dishub kabupaten/ kota dan stakeholder pariwisata, supaya bisa tertib," katanya, Selasa (9/7/2021).

Dia mengatakan, peran simpul yang utama yakni untuk memantau perjalanan masyarakat dari luar, yang mencoba masuk ke wilayah DIY.

"Peran simpul yang utama untuk perjalanan orang di DIY. Nantinya screening ada disimpul yang disepakati," terang dia.

Sementara adanya penurunan level PPKM di DIY dimungkinkan wilayah tersebut akan diserbu para wisatawan. 

Untuk mengantisipaai itu, pemerintah DIY mulai mempersiapkan ujicoba pembukaan sektor pariwisata.

Baca juga: Makin Banyak Wisatawan yang Coba Masuk, Polres Gunungkidul Perkuat Penyekatan

"Untuk rambu-rambu ujicoba pembukaan pariwisata kami masih menunggu instruksi Kementerian Pariwisata yang akan mulai dibahas sore ini," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardja.

Hanya saja, Singgih memperkirakan, destinasi destinasi wisata yang akan mendapat lampu hijau ujicoba dari Kementerian Pariwisata di masa PPKM Level 3 ini belum seluruhnya.

Melainkan yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.

"Menurut pandangan kami, tempat wisata yang sudah mengantongi serifikat CHSE, kemudian yang sifatnya outdoor activities dan memiliki risiko penyebaran kasus paling kecil yang akan diberikan izin ujicoba beroperasi lebih dulu," kata Singgih.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved