Breaking News:

Jawa

Aksi Gebrak Meja Warnai Audiensi Warga Terdampak Tol Yogyakarta-Solo di Klaten

Warga gelar audiensi dengan Kantor Jasa Penilai Publik yang melakukan penilaian tanah terdampak tol dan difasilitasi oleh Pemkab Klaten.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Suasana audiensi paguyuban warga Klaten terdampak tol Yogyakarta-Solo bersama KJPP dan Pemkab Klaten di Ruangan B2 Setda Klaten, Selasa (7/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah warga yang tanahnya terdampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendatangi kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten, Selasa (7/9/2021).

Warga tersebut datang untuk menggelar audiensi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang melakukan penilaian tanah terdampak tol dan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.

Audiensi dilakukan di ruangan B2 Setda Klaten, pantauan Tribunjogja.com sekitar pukul 13.30 hingga 15.05, pada awalnya diskusi berlangsung kondusif.

Namun, setelah hampir satu jam berdiskusi, tensi audiensi meningkat dam diwarnai oleh aksi gebrak-gebrak meja oleh warga terdampak tol.

Baca juga: UPDATE Pembangunan Tol Yogya-Solo di Wilayah Klaten, Ini Daftar 3 Lokasi Exit Tol hingga Rest Area

Para warga yang tanahnya diterjang tol Yogyakarta-Solo meminta agar pengukuran tanah dan penilaian tanaman yang ada di atas tanah miliknya dilakukan secara detail dan transparan.

Puluhan warga tersebut juga meminta agar masyarakat yang tanahnya diterjang proyek strategis nasional (PSN) itu dilibatkan dalam proses penilaian ganti kerugian.

"Seharusnya saat penilaian tanaman itu, pemilik tanah dihadirkan namun selama ini tidak dihadirkan. Ini yang kita tuntun, harus dihadirkan saat pendataan," ucap Koordinator Paguyuban Warga Terdampak Tok Yogyakarta-Solo di Klaten, Heri Budiyono pada awak media seusai audiensi itu.

Menurut dia, selain dilibatkan, pihaknya juga meminta setiap tanaman yang kena tol juga dijabarkan secara rinci dan tidak dihitung secara gelondongan.

"Soal tumbuhan yang kami tuntut jumlahnya harus rinci. Jadi saat menerima surat cinta itu ada rincian semua, misal pohon pisang ukuran besar harga sekian, pohon sengon ukuran kecil harga sekian, jadi ini bagus dan transparan," paparnya.

Diakui Heri, pada prinsipnya warga Klaten yang terdampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-solo  menyetujui jika tanahnya diterjang tol.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved