Upaya Turunkan Level PPKM, Pemda DI Yogyakarta Ajak Masyarakat OTG untuk Ikuti Isoter Gratis
Provinsi DI Yogyakarta masih mencatatkan angka kematian akibat Covid-19 yang cukup tinggi. “Dibandingkan dengan angka nasional
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Provinsi DI Yogyakarta masih mencatatkan angka kematian akibat Covid-19 yang cukup tinggi.
“Dibandingkan dengan angka nasional, angka kematian di DIY itu masih tinggi, sekitar 10 persen dari kasus terkonfirmasi positif setiap harinya,” ungkap Sumadi, Asisten Sekretaris Daerah (Asekda) DIY bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum, kepada Tribun Jogja.
Sumadi mengatakan hal tersebut dalam agenda ‘Vaksin Gratis di Shopee’ yang diselenggarakan di Sleman City Hall (SCH), Senin (6/9/2021).
Baca juga: Pemda DIY Minta Masyarakat Tak Lengah Ketika PPKM di DI Yogyakarta Turun Level
Dia menjelaskan, beberapa hari belakangan, kematian akibat Covid-19 di DIY masih berada di angka 25-30 orang.
Padahal, kasus terkonfirmasi hanya 200-300 pasien saja. Menurutnya, faktor ini juga yang menyebabkan DIY sulit untuk turun level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level 3.
“Maka, kami berusaha untuk mendorong pasien-pasien tanpa gejala atau OTG itu untuk merujuk ke isoter apabila merasakan gejala Covid-19. Ini mencegah kematian saat isolasi mandiri (isoman),” bebernya.
Dengan isoter, kata dia, segala kebutuhan pangan dan vitamin pasien akan terpenuhi. Juga, kondisi kesehatan pasien bisa terpantau oleh para nakes yang bertugas.
Sumadi menegaskan, isoter adalah layanan dari Pemda DIY yang bersifat gratis. Masyarakat yang hendak menggunakan layanan itu tidak akan dipungut biaya sepeserpun.
“Saturasi oksigen akan selalu dicek, makanan terjamin, vitamin terjamin. Paling tidak hanya 7-10 hari di isoter bagi mereka yang bergejala sedang. Jangan takut untuk ke isoter apabila terindikasi kena Covid-19,” terangnya.
Lebih lanjut, adanya isoter itu juga meminimalisasi penyebaran virus corona di anggota keluarga. Orang yang terpapar tidak akan menyebarkan virus tersebut lantaran sudah diboyong ke isoter terlebih dahulu.
Ditanya upaya lain untuk menekan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia, Sumadi menerangkan, Pemda DIY akan terus melakukan serbuan vaksinasi Covid-19.
“Kalau per hari bisa 20 ribu suntikan saja, maka awal Oktober 2021 ini sudah mencapai kekebalan komunal. Per 1 September 2021, di DIY sudah ada 59,16 persen masyarakat tervaksin,” tuturnya.
Dia optimis, serbuan vaksinasi di sejumlah titik bekerja sama dengan pihak swasta, TNI dan Polri ini bisa meningkatkan cakupan vaksinasi di DIY menjadi 61-62 persen.
Meski begitu, Sumadi mewanti-wanti masyarakat agar tidak merasa jumawa pascavaksinasi. Protokol kesehatan harus tetap diimplementasikan supaya penyebaran betul-betul bisa ditekan.
Baca juga: Sekda DIY Sebut Kemungkinan PPKM DI Yogyakarta Turun Level: Indikatornya Membaik