Muncul Varian Mu, Pemerintah Imbau Warga Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

Muncul Varian Mu, Pemerintah Imbau Warga Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
covid19.go.id
Label baru 4 varian mutasi virus Sars-CoV-2 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah wilayah pun sudah turun level dari level 4 menjadi level 2 atau menjadi level 2.

Namun demikian, pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlena dengan penurunan kasus Covid-19 ini.

Pemerintah meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Selain itu warga juga diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19 apabila masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut dia, kewaspadaan itu perlu dilakukan menyusul adanya varian baru Covid-19 bernama Mu.

"Saya sekali lagi mengimbau kita semua supaya kompak untuk disiplin dan saling mengingatkan supaya kita jangan kena lagi gelombang ketiga karena tadi sudah dijelaskan ada varian Mu, tidak tahu apakah lebih dahsyat dan lebih ganas," kata Luhut dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/9/2021) seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com.

Baca juga: Puluhan Ribu Peserta Ikuti Tes CPNS dan PPPK, Wakil Ketua DPRD: Jangan Sampai Ada Klaster Baru

Luhut juga mengatakan, semua pihak harus memahami agar pandemi Covid-19 tidak dipolitisasi karena hal tersebut menyangkut keselamatan seluruh rakyat Indonesia.

"Jadi semua harus kompak ini adalah musuh bersama kita ini titipan dari kami," ujar dia.

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, berdasarkan pemeriksaan laboratorium, varian baru virus Corona Mu atau B.1.621 memiliki sifat resisten terhadap vaksin Covid-19.

"Tetapi di dalam konteks laboratorium, bukan epidemologi," kata Dante.

Ia mengatakan, meski memiliki sifat resisten terhadap vaksin, penyebaran varian Mu tidak sebesar varian Delta.

Saat ini, varian Delta mendominasi di seluruh dunia karena memiliki karakter penularan yang lebih cepat dari varian lainnya.

Dante juga mengatakan, sejumlah negara di Asia Tenggara dilaporkan belum terdeteksi varian Mu, termasuk Indonesia.

"Beberapa tempat di sekitar kita varian mu ini belum terdapat, kita sduah melakukan genom sequencing terhadap 7.000-an orang di seluruh Indonesia dan belum terdeteksi varian Mu," ujar dia.

Dante pun berharap varian Mu memiliki sifat abortif (tidak berkembang/berhenti bermutasi) seperti varian Corona Lambda. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved