Tiap Akhir Pekan, Satpol PP DIY Paksa Putar Balik Ribuan Kendaraan Wisawatan Luar Daerah

Tiap Akhir Pekan, Satpol PP DIY Paksa Putar Balik Ribuan Kendaraan Wisawatan Luar Daerah

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/Istimewa
Petugas SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul menghalau para calon wisatawan yang mencoba masuk ke kawasan pantai pada Sabtu (21/08/2021) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seluruh wilayah DIY masih berada di level 4 jika merujuk pada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari pemerintah pusat.

Seluruh destinasi wisata yang ada di wilayah DIP pun masih ditutup selama masih menerapkan PPKM level 4.

Namun demikian, di tengah penerapan PPKM Level 4, minat warga luar daerah yang hendak berwisata ke DIY sangat tinggi.

Berdasarkan data dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, sedikitnya 1.000 kendaraan baik itu roda dua dan empat dipaksa putar arah, saat mencoba masuk ke obyek wisata Pantai Selatan Yogyakarta, khususnya pada akhir pekan.

"Kalau akhir pekan Sabtu sampai Minggu itu 1.000 kendaraan kami minta putar arah. Mereka mencoba masuk ke kawasan pantai," kata Kasatpol PP DIY Noviar Rahmad, Minggu (5/9/2021).

Mereka yang mencoba masuk ke tempat-tempat wisata pantai tersebut tidak memiliki tiket, lantaran pintu masuk obyek wisata belum dibuka oleh pihak pengelola.

Selain berpotensi merugikan pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari pajak penghasilan industri pariwisata, para masyarakat tersebut juga berpotensi memperburuk keadaan pandemi Covid-19 sebab rawan terjadi penularan virus.

"Mereka masuk lewat jalan-jalan warga. Karena sudah tahu di pintu masuk obyek wisata dijaga oleh anggota kami dari SAR Rescue Istimewa," jelas Noviar.

Baca juga: Wisatawan Perlu Unduh Dua Aplikasi Ini Saat Berwisata ke DI Yogyakarta

Baca juga: Penggunaan PeduliLindungi Bakal Diperluas, Masuk Angkringan di DI Yogyakarta Wajib Scan QR Code

Anggota SAR Resciu Istimewa tersebut sempat kewalahan, sebab masyarakat yang mencoba masuk ke obyek wisata pantai itu terlalu banyak.

Kondisi itu semakin dipersulit karena beberapa warga setempat justru ada yang menjadi guide untuk mencarikan jalur terselubung menuju pantai.

"Warga setempat justru jadi penunjuk arah. Ada upahnya kan dia jadi ya semakin susah," ungkap Noviar.

Dia menjelaskan, saat ini perpanjangan PPKM level 4 sudah sampai enam kali. Beberapa kelonggaran pun sudah dapat dirasakan di antaranya pembukaam mall, kelonggaran makan di tempat khusus bagi penguasaha kuliner dan sektor lainnya.

Meski begitu untuk sektor pariwisata sesuai kesepakatan belum diberikan kelonggaran, akan tetapi potensi pelanggaran justru berpindah ke obyek wisata akibat pembatasan saat ini.

"Kalau di tempat makan sudah tertib, kami sekali patroli hanya sepuluh pelanggaran saja yang kami temui. Kan sehari tiga kali, nah ini pelanggaran kayaknya pindah ke pantai," tegas Noviar.

Merespon sebagian masyarakat yang mencuri start untuk berwisata ke pantai, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menegaskan, untuk saat ini seluruh destinasi wisata yang ada di DIY masih tutup sementara.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved