Gubernur Jatim Sebut HUT ke-827 Trenggalek Jadi Momentum Bangkitkan Semangat di Tengah Pandemi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meyakinkan, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-827 Kabupaten Trenggalek, meski digelar dengan sederhana

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, TRENGGALEK - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meyakinkan, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-827 Kabupaten Trenggalek, meski digelar dengan sederhana, bisa menjadi salah satu momentum pembangkit semangat di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, Kabupaten Trenggalek memiliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bisa menjadi bagian Bangga Buatan Indonesia maupun Bangga Berwisata di Indonesia.

Tidak hanya itu, Khofifah juga mendorong kemandirian desa dan ekspor produk UMKM dari masyarakat Trenggalek.

Baca juga: BREAKING NEWS :Terjadi Kecelakaan Truk di Jalan Breksi -Candi Ijo,5 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

“Di Trenggalek ini, ada Dewi Cemara, yaitu Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera. Artinya, masyarakatnya akan cerdas, mandiri dan hidup sejahtera karena memiliki desa yang berpotensi jadi tempat wisata apabila dikelola oleh pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis),” katanya.

Khofifah mengatakan hal tersebut dalam webinar nasional HUT ke-827 Trenggalek bertema ‘Trenggalek Tangguh, Indonesia Tumbuh’ yang diselenggarakan Jumat (3/9/2021).

Lebih lanjut, Menteri Sosial RI ke-27 itu mengatakan indikator dari dewi cemara tersebut sudah diadaptasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Berbasis perempuan, program dewi cemara ini diikuti oleh perempuan-perempuan tangguh dan berdaya yang sebelumnya pernah mengikuti Program Keluarga Harapan (PKH).

“Tujuan akhirnya ini bukan apresiasi dari kementerian, tapi bagaimana masyarakat bisa mandiri dan sejahtera dari usaha mereka,” paparnya.

Khofifah menjelaskan, program dewi cemara itu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Trenggalek.

Dia tidak menampik, kemiskinan di Jawa Timur masih cukup tinggi, meski penurunan angka kemiskinan signifikan. Maka dari itu, penting adanya kemandirian desa agar masyarakat bisa sejahtera.

“Saya kira, banyak produk UMKM dari Trenggalek ya. Apalagi akses jalan yang akan terkoneksi satu sama lain mulai disiapkan menuju Trenggalek, baik dari jalur darat, tol maupun udara,” jelas Khofifah.

Rasa optimis itu tidak datang karena perasaan saja. Khofifah melihat ada cukup banyak daerah di Jatim yang mampu menciptakan inovasi produk sendiri dan mulai menjalani kegiatan ekspor.

Baca juga: Seto Nurdiyantoro Beberkan Evaluasi dari Hasil Seri PSIM Lawan Persipa Pati

“Misalnya, di Kediri ini sudah ada rumah kurasi yang disiapkan Bank Indonesia (BI). Rumah kurasi itu membantu 140 produk yang bisa dijual di berbagai negara. Dari situ, diteruskan ke export center di Surabaya sehingga semua produk UMKM di Jatim bisa memiliki standardisasi,” terang alumni Universitas Airlangga itu.

Rumah kurasi itu, kata dia akan mempertemukan UMKM dengan pembeli dari luar negeri.

Contoh lain yang bisa dibanggakan adalah, adanya makanan lodoh dari Tulungagung yang saat ini sudah bisa dibekukan dan dikirim ke Belanda.

“Ada proses dimana pelaku usaha bertemu dengan pihak yang bisa menyiapkan pasar dan produk untuk dikirim ke luar negeri. Gatot, makanan gatot tradisional itu saja ternyata bisa masuk pasar ekspor,” jelasnya.

Dari dua contoh tersebut, Khofifah meminta masyarakat di Kabupaten Trenggalek untuk bersiap mengeksplorasi sumber perekonomian.

Menurut Khofifah, produk UMKM Trenggalek dan wisata masih berpotensi untuk dikembangkan dan dijadikan sumber daya perekonomian. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved