Tren Kasus Covid-19 Menurun, Masyarakat Jangan Sampai Kendor Prokes

Tren penanganan Covid-19 mengarah ke hal positif. Satu diantaranya adalah program vaksinasi nasional kini telah mencapai 100 juta suntikan

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribunjogja/Santo Ari
Ilustrasi: Seorang santri Pondok pesantren Al-Munawwir mendapatkan suntikan vaksin dalam kegiatan vaksinasi massal yang diselenggarakan BINDA DIY, Selasa (30/8/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM - Tren penanganan Covid-19 mengarah ke hal positif. Satu diantaranya adalah program vaksinasi nasional kini telah mencapai 100 juta suntikan.

Pemerintah tetap mengimbau dan mengajak masyarakat tidak mengendurkan Protokol Kesehatan (Prokes), agar tren positif ini dapat dipertahankan.

"Protokol kesehatan tidak boleh ditinggalkan. Vaksinasi tanpa penerapan protokol kesehatan yang baik tidak akan berdampak optimal terhadap upaya penanganan pandemi di tanah air," ujar ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam Konferensi Pers Media Center KPCPEN (1/9/2021).

Berdasarkan jumlah warga negara yang telah mendapatkan vaksinasi, Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-6 di dunia.

Sementara itu, berdasarkan total dosis suntikan vaksin COVID-19, Indonesia berada di peringkat ke-7 dunia.

Sejak Januari hingga akhir Juni 2021, Indonesia mencatatkan 50 juta suntikan dosis pertama.

Kemudian, 50 juta yang berikutnya dicapai hanya dalam waktu 2 bulan, yakni pada Juli dan Agustus.

Hal ini menunjukkan bahwa program percepatan dan akselerasi vaksinasi di Indonesia membuahkan telah membuahkan hasil positif.

“Laju suntikan kita meningkat 10 juta suntikan per 10 hari sejak Agustus 2021 dan kita yakin akan dapat meningkatkan laju penyuntikan kedepannya,” tambah Nadia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 100 juta suntikan vaksin COVID-19 tersebut terdiri dari kombinasi dosis 1, dosis 2, serta dosis booster ketiga bagi tenaga kesehatan.

5 Provinsi Masih PPKM Level 4

Hanya tersisa 5 provinsi yang menerapkan PPKM level 4 hingga 6 September mendatang.

Sementara banyak daerah telah mengalami penurunan level PPKM.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyebut, lima provinsi itu meliputi Sulawesi Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan timur, dan Provinsi Bali.

"Diketahui hanya ada 5 provinsi yang berada di level 4," ujar Nadia dalam Konferensi Pers Media Center KPCPEN (1/9/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved