Pemkot Yogya Usulkan Tambahan Anggaran Vaksinasi Lewat APBD Perubahan 2021 

Pemkot Yogya Usulkan Tambahan Anggaran Vaksinasi Lewat APBD Perubahan 2021 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, saat meninjau sentra vaksinasi Covid-19 di PDAM Tirtamarta, Senin (16/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengusulkan tambahan anggaran untuk proses vaksinasi Covid-19 melalui APBD Perubahan 2021.

Dengan begitu, percepatan vaksinasi yang kini dilaksanakan bisa berjalan lancar. 

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti berujar, percepatan vaksinasi jelas menyedot anggaran yang cukup besar.

Sebab, untuk menunjang percepatan vaksinasi tersebut, dibutuhkan tambahan sarana dan pra sarana. Khususnya, untuk kegiatan vaksinasi massal. 

"Paket vaksin itu kan terdiri dari dosis vaksin itu sendiri, kemudian jarum suntik, kapas dan penunjang administrasi, seperti kertas dan sebagainya. Itu untuk dukungan, jadi harus ada anggarannya," terangnya, Senin (30/8/2021). 

Dalam nota rancangan APBD perubahan 2021 yang sudah disampaikan pada legislatif, sektor kesehatan memang jadi prioritas pokok Pemkot Yogyakarta. Di samping sektor pemulihan ekonomi, serta sosial kemasyarakatakan. 

Oleh sebab itu, rencana tambahan anggaran untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta lewat APBD perubahan adalah yang paling besar, mencapai Rp103,6 miliar.

Baca juga: Heroe Poerwadi : 86 Persen RT di Kota Yogya Zona Hijau, Tidak Ada Lagi Zona Merah 

Baca juga: Kejar Pelaksanaan PTM di Yogya, DPR RI Dorong Pemda Serius Turunkan Level PPKM 

Alhasil, dari total belanja yang sebelumnya di angka Rp380 miliar, berpotensi naik hingga Rp484,1 miliar. 

"Di pembahasan itu, sudah ada alokasi tambahan. Karena program tanpa anggaran, ya omong kosong. Kita tidak bisa menyamakannya dengan program sosial," jelasnya. 

Menurut Haryadi, vaksinasi Covid-19 merupakan sebuah program teknis dalam upaya penanganan pandemi. Alhasil, tambahnya, penganggarannya pun harus benar-benar terstruktur, supaya tercukupi secara keseluruhan. 

"Ini kan program teknis, bukan program sosal. Apalagi, vaksinasi kan melibatkan banyak orang, banyak SDM yang terlibat, sehingga hononariumnya itu harus dipikirkan, ya. Terutama, tenaga vaksinatornya," cetus Wali Kota. 

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, langkah percepatan vaksinasi ini tidak kalah penting dalam menjamin kesehatan masyarakat.

Sebab, pengalaman pada lonjakan kasus Juli lalu, warga yang tervaksin tingkat keparahanya jauh lebih ringan. 

"Seluruh warga kota harus secepatnya divaksin. Tetapi, percepatan vaksinasi itu kan membutuhkan dukungan ya, seperti tempat dan tenaga medis," katanya. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved