Breaking News:

Heroe Poerwadi : 86 Persen RT di Kota Yogya Zona Hijau, Tidak Ada Lagi Zona Merah 

Heroe Poerwadi : 86 Persen RT di Kota Yogya Zona Hijau, Tidak Ada Lagi Zona Merah 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi, saat dijumpai sesuai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Yogya, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki hari pamungkas PPKM Level 4, Senin (30/8/21), sebaran Covid-19 di Kota Yogyakarta makin melandai.

Hal tersebut, bisa dilihat dari semakin banyaknya wilayah RT yang menyandang status zona hijau di kota pelajar. 

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan sejauh ini 86,31 persen RT di wilayahnya sudah berstatus zona hijau.

Sementara 13,10 persen zona kuning dan 0,59 persen sisanya zona oranye. 

"Zona merah sudah tidak ada. Tapi, kondisi sejauh ini masih belum seperti bulan Juni kemarin. Waktu itu kan yang zona hijau bisa mencapai 94, atau 95 persen ya," terangnya, 

Fakta tersebut, beriringan dengan semakin lenggangnya fasilitas kesehatan (faskes) rujukan Covid-19.

Terbukti, bed occupancy rate (BOR) bagi pasien corona di Kota Yogyakarta terus menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. 

"Sekarang yang BOR isolasi (non-ICU) 35,1 persen terisi. Kemudian, yang ICU 64,5 persen. Dari pusat sudah jelas ya, semuanya diminta untuk menurunkan, baik kasus maupun BOR di rumah sakit rujukan Covid-19 itu," ungkapnya. 

Baca juga: Vaksinasi Merdeka LKNU DIY Distribusikan 13.221 Dosis

Baca juga: Ini Perbedaan Paru-paru Orang Sehat dan Penderita Asma yang Kerap Mengalami Sesak Napas

Sedangkan untuk tingkat kesembuhan pasien, kota pelajar sempat mencatat 500 orang dalam satu hari, pada Kamis (26/8/2021) silam.

Hanya saja, Heroe menuturkan, angka tersebut, lebih disebabkan oleh penumpukan data. 

"Jadi, pernah kan kita dulu satu hari 600 kasus baru, terus saya tanyakan ke Dinkes, kok yang sembuh cuma 100, atau 200. Nah, ternyata itu belum selesai. Jadi, kemarin itu ada akumulasi dari angka kesembuhan pasien," tuturnya. 

"Seharusnya kan pada saat naik sampai 600, dua minggu langsung turun drastis. Tapi, kemarim itu tidak. Jadi, kalau dilihat grafiknya cuma turun sedikit," tambah Heroe. 

Namun, Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut mengakui, pasien meninggal dunia akibat paparan Covid-19 sejauh ini masih cenderung tinggi. Bahkan, pada Rabu (25/8/2021) lalu, tercatat ada 13 kasus meninggal dunia dalam sehari. 

Akan tetapi, ia berdalih, kematian lebih disebabkan oleh penyakit bawaan dari pasien. Dalam artian, mereka sudah tertangani dan mendapat perawatan di faskes. Hanya saja, kondisi kesehatannya memang tidak memungkinkan. 

"Meninggal masih tinggi, karena banyak yang komorbid. Kalau dari sisi ketersediaan BOR tidak ada masalah. Artinya, meninggal karena kondisi kesehatan yang untuk dikejar itu tidak bisa, meski sudah terlayani di RS," ujarnya. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved