Breaking News:

Terimbas Pandemi Covid-19, 72 Hotel dan Restoran di DI Yogyakarta Tutup Permanen 

Terimbas Pandemi Covid-19, 72 Hotel dan Restoran di DI Yogyakarta Tutup Permanen 

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Ketua DPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eriyono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sedikitnya 72 hotel dan restoran di DI Yogyakarta tutup permanen karena tak lagi mampu bertahan di tengah situasi pandemi.

Puluhan ribu pegawai yang bergerak di sektor tersebut pun terpaksa kehilangan pekerjaannya akibat dirumahkan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono merinci, 72 anggota perhimpunannya yang tak sanggup bertahan meliputi 42 hotel dan 24 rumah makan atau restoran.

Mayoritas adalah hotel non bintang dan rumah makan kecil.

"Itu hanya anggota kami loh, yang bukan anggota lebih banyak. Anggota kita banyak juga yang di pinggir pinggir pantai," terangnya kepada Tribun Jogja, Minggu (29/8/2021)

Deddy melanjutkan, pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM memberikan dampak yang luar biasa pada industri pariwisata termasuk perhotelan.

Karena pandemi tak kunjung berakhir, kini hotel-hotel besar pun mulai keteteran. 

Deddy menyebut bahwa mereka telah memasuki masa mati suri karena minimnya tamu yang menginap.

"Sekarang baik bintang 4-5 ada di poin ke tiga setengah pingsan. Bintang dua ke bawah pingsan. Non bintang banyak yang mati (tutup permanen)," jelasnya.

Baca juga: Sri Sultan HB X Tegaskan Rencana Pemanfaatan eks Hotel Mutiara untuk Lokasi Isoter Tetap Berlanjut

Baca juga: Gelar Operasi Yustisi Serentak, Tim Gabungan Tegur 66 Warga di Magelang yang Langgar Prokes

Fenomena ini juga membuat puluhan ribu karyawan kehilangan pekerjaannya. Deddy menyebut pada awal masa pandemi Covid-19 hanya sekitar 30% karyawan yang dirumahkan.

Namun karena kebijakan PPKM terus berlanjut, saat ini terdapat 60-70 persen karyawan yang terpaksa dirumahkan.

“Sekarang masih diperpanjangnya PPKM level 4  karyawan yang dirumahkan mencapai 60-70% dari total karyawan sekitar 60.000 an,” katanya.

Menurutnya, dampak dari penutupan itu tak hanya dirasakan karyawan hotel dan restoran.

Namun juga bagi sektor penunjang industri pariwisata seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebab, UMKM juga mensuplai kebutuhan bagi hotel dan restoran.

"Suplier kita itu UMKM, mereka juga terimbas," bebernya. (Tribunjogja/Yuwantoro Winduajie)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved