Perbandingan Vaksin Covid-19 Pfizer dan Moderna, Tingkat Efikasi hingga Potensi Efek Samping
Baik Pfizer dan Moderna juga telah mengantongi izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Vaksin Covid-19 Pfizer dan Moderna merupakan dua vaksin yang berbasis teknologi genetik yang disebut mRNA (messenger RNA).
Kedua vaksin ini pun digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.
Baik Pfizer dan Moderna juga telah mengantongi izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM.
Vaksin Pfizer buatan perusahaan obat asal Amerika Serikat dan mitranya BioNTech asal Jerman mulai diberikan kepada masyarakat Indonesia dalam program vaksinasi Covid-19.
Vaksin dengan nama Comirnaty itu menyusul penggunaan vaksin Moderna yang tiba bulan Juli.
Baca juga: Rusia Gandeng Fahrenheit Bangun Pabrik Vaksin Sputnik V di Indonesia
Baca juga: Tak Perlu Mencetak Sertifikat Vaksin Covid-19, Ini Alasannya
Selain vaksin Pfizer, Indonesia sudah terlebih dulu mendatangkan vaksin Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, dan Moderna.
Keempat vaksin ini mulai diberikan kepada masyarakat yang digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 secara nasional sejak awal 2021.
Vaksin Pfizer adalah satu dari dua jenis vaksin mRNA yang ada di dunia dan pertama kalinya, vaksin Covid-19 tersebut digunakan di negara asalnya, Amerika Serikat, disusul di negara-negara di Eropa.
Vaksin Moderna juga dikembangkan dengan platform yang sama, yakni menggunakan messenger RNA (mRNA).
Lalu, bagaimana perbandingan vaksin Pfizer dengan Moderna?
Berikut ulasannya seperti dirangkum Tribun Jogja dari kompas.com :
Efikasi dan efek samping
Sebelum tiba di Indonesia pada Kamis (19/8/2021), berdasarkan kajian data hasil uji klinis, vaksin Pfizer yang akan segera digunakan ini menunjukkan efikasi yang tinggi.
Berdasarkan tinjauan data hasil uji klinis, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech dengan nama Comirnaty, menunjukkan vaksin ini secara efektif dapat mencegah Covid-19.
Data hasil uji klinis menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan dua dosis vaksin Pfizer, sekitar 95 persen, kecil kemungkinan terkena Covid-19 dibandingkan orang yang tidak mendapatkan vaksin virus corona.
Efikasi vaksin Pfizer tersebut yakni dari kelompok lanjut usia, 65 tahun, serta mereka yang memiliki kondisi medis tertentu atau penyakit penyerta (komorbid).
Selain itu, vaksin mRNA ini menunjukkan 100 persen efektif pada remaja usia 12 tahun ke atas.
Artinya, vaksin Covid-19 Pfizer ini memberikan perlindungan yang tinggi terhadap infeksi Covid-19.
"Efikasi (vaksin Pfizer) Comirnaty untuk orang usia 19 tahun ke atas mencapai 95 persen. Pada usia 12 sampai 15 tahun (efikasi vaksin) adalah 100 persen," ujar Kepala BPOM Penny K. Lukito, seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (21/7/2021).
Untuk efek samping pasca-vaksinasi, sebagian besar cenderung bersifat ringan.
Berikut beberapa efek samping vaksin mRNA Pfizer yang umum dilaporkan:
- Nyeri badan di tempat bekas suntikan
- Kelelahan
- Nyeri kepala
- Nyeri otot
- Nyeri sendi
- Demam
Sementara untuk vaksin Moderna, perbedaan efikasi dengan vaksin Pfizer hanya berbeda 1,1 persen.
Efikasi vaksin Moderna, berdasarkan data yang ditinjau FDA, vaksin mRNA ini efektif 94,1 persen pada orang berusia 18 tahun ke atas.
Di Indonesia, BPOM telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) terhadap vaksin Moderna pada 2 Juli 2021.
Penerbitan izin darurat berdasarkan hasil uji klinis fase ketiga dan pengkajian Komite Nasional Penilai Vaksin Covid-19, ITAGI, dan BPOM.
Melansir Kompas.com, 2 Juli 2021, data uji klinis fase ketiga menunjukkan efikasi vaksin Moderna 94,1 persen pada kelompok usia 18-65 tahun.
Sementara untuk usia di atas 65 tahun, efikasinya sebesar 86,4 persen.
Efek samping yang paling sering dirasakan meliputi:
- Nyeri
- Kelelahan
- Nyeri di tempat suntikan
- Nyeri otot
- Nyeri sendi
- Pusing
- Keluar bercak merah di tangan dan kaki
Keluhan-keluhan tersebut dirasakan setelah seseorang mendapatkan suntikan dosis kedua vaksin.
Keluhan efek samping sama bagi usia dewasa di bawah 65 tahun dan di atas 65 tahun.
Bedanya terletak dari sisi titer antibodi dan netralitas, yang lebih rendah pada kelompok lansia dibandingkan usia dewasa.
Cara mengatasi efek samping vaksin Pfizer dan Moderna
Meski begitu, reaksi-reaksi tersebut biasa terjadi pada imunisasi dari berbagai jenis vaksin pada umumnya.
Efek samping akibat vaksin Pfizer maupun Moderna menunjukkan adanya respons tubuh terhadap benda asing yang masuk.
Artinya, tubuh sedang memberikan respon terhadap vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh Anda.
Normalnya, efek samping akibat vaksin akan hilang 1 sampai 3 hari setelah dilakukan vaksin.
Bahkan beberapa orang mungkin tidak merasakan efek samping apapun.
Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut adalah beberapa cara untuk meredakan efek samping yang biasa timbul akibat vaksin Covid-19.
Efek samping lokal Efek samping lokal adalah efek samping pada lengan tempat disuntikkannya vaksin.
Efek samping lokal yang umum terjadi adalah nyeri, pegal, kemerahan, dan bengkak.
Baca juga: Peta Sebaran Kasus Baru Covid-19 di Indonesia 24 Jam Terakhir: Jatim dan Jabar Tertinggi, DIY Kelima
Baca juga: Wacana Booster Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga Berbayar, Ini Penjelasan Menkes dan Kisaran Harganya
Untuk mengatasi efek samping ini Anda bisa melakukan beberapa hal.
Pertama, Anda bisa menceluplak handuk ke air dingin, lalu menempelkannya ke tempat suntikan.
Ini akan meminimalisir rasa sakit dan bengkak.
Selain itu, penting untuk terus menggerakan lengan Anda untuk beraktivitas dan berolahraga ringan.
Ini akan membantu mengurangi bengkak dan pegal pada lengan yang divaksin.
Efek samping umum Efek samping umum adalah efek samping yang timbul dan dirasakan di seluruh tubuh.
Efek samping umum akibat vaksin Covid-19 cukup banyak, diantaranya kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, demam, dan mual.
Untuk meredakan efek samping di atas, Anda hanya perlu meminum obat yang bisa dibeli di apotek tanpa resep.
Contoh obat-obatan yang bisa Anda minum antara lain parasetamol dan ibuprofen.
Obat-obatan tersebut terbukti bisa mengurangi atau menghilangkan gejala atau rasa tidak nyaman yang ditimbulkan akibat vaksin.
Selain itu, untuk meredakan efek samping demam, pastikan Anda meminum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi.
Anda juga sebaiknya menggunakan pakaian yang tipis untuk mencegah panas terperangkap di dalam tubuh Anda.
Tidak direkomendasikan untuk meminum obat sejak sebelum menerima vaksin untuk mencegah timbulnya efek samping setelah vaksin.
( kompas.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/fda-izinkan-penggunaan-vaksin-covid-19-produksi-pfizer-pemerintah-as-segera-lakukan-vaksinasi.jpg)