AS Lancarkan Serangan Balasan Terhadap ISIS di Afghanistan, Buntut Aksi Bom Bunuh Diri
Serangan balasan AS tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat nirawak alias drone, Sabtu (28/8/2021) waktu setempat.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Di Gedung Putih, sekretaris pers Presiden Joe Biden Jen Psaki mengatakan, para pakar keamanan nasional AS menganggap akan ada kemungkinan serangan lain dan beberapa hari ke depan akan menjadi periode paling berbahaya hingga saat ini.
Baca juga: Detik-detik Pasukan Elit Inggris SAS Berhasil Evakuasi Prajurit yang Dikepung Taliban di Kandahar
Baca juga: Bendera Afghanistan Diganti dengan Simbol-simbol Milisi Taliban
Dalam salah satu ironi yang lebih besar setelah dua dekade perang, berpacu untuk memenuhi tenggat waktu 31 Agustus untuk penarikan AS berarti kerja sama yang erat dengan Taliban dalam evakuasi pengungsi dan ancaman ISIS.
Kepala pasukan AS di bandara Kabul, Laksamana Muda Peter Vasely, terus berhubungan dengan pejabat Taliban yang mengawasi keamanan di sekitar bandara.
Dalam kebanyakan kasus, pejabat AS mengatakan, Taliban telah mempercepat perjalanan ke bandara warga negara asing, warga Afghanistan dengan visa ke Amerika Serikat dan bahkan warga Afghanistan yang menghadapi ancaman dari Taliban karena aktivisme politik atau sosial mereka atau bekerja untuk media.
Sekitar 109.000 orang telah diterbangkan ke luar negeri sejak 14 Agustus, sehari sebelum Taliban berkuasa, menurut pemerintah AS. (*)
Artikel ini sudah tayang di KONTAN, dengan judul: AS serang kelompok ISIS di Afghanistan dengan pesawat tak berawak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/respon-drone-as-ditembak-jatuh-donald-trump-perintahkan-serang-iran-dibatalkan-di-detik-terakhir.jpg)