Bisnis
Harga Bawang Merah Mulai Naik, Petani di Srigading Bantul Berharap Raup Keuntungan
Petani bawang merah lahan sawah di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul akan segera panen raya pada awal bulan September 2021.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Petani bawang merah lahan sawah di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul akan segera panen raya pada awal bulan September 2021 mendatang.
Dengan panen raya ini, diharapkan dapat membawa rejeki tersendiri bagi petani, terlebih saat ini harga bawang merah dari lahan sawah sedang mengalami kenaikan.
Bendahara, Forum Komunikasi Petani "Ngremboko Nir Sambikala", Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Abdul Mukid mengatakan bahwa para petani mulai menanam bawang merah serentak pada tanggal 1 Juli 2021 kemarin.
Saat ini umur bawang merah di lahan sawah Kalurahan Srigading mencapai 55 hari dan pada usia 65 hari atau paling lama 70 hari sudah siap dipanen.
Baca juga: Harga Bawang Merah di Bantul Anjlok, Petani Harus Dihadapkan Serangan Hama Ulat
"Maka dari itu awal bulan September 2021 akan terjadi panen raya bawang merah lahan sawah secara serentak di Kalurahan Srigading dan sekitarnya," ungkapnya Kamis (26/8/2021).
Adapun forum komunikasi petani tersebut telah menyalurkan sekitar 17 ton bibit bawang merah jenis Tajuk yang memiliki produktivitas per hektarnya mencapai 20 ton.
Bawang merah jenis ini lebih tahan terhadap hama sehingga biaya perawatan akan lebih ringan.
Ia memaparkan pada uji coba pertama saat masa tanam (MT) dalam musim hujan kemarin, petani masih mampu menghasilkan 15 ton per hektarnya.
Dan kini, pada MT kedua saat musim kemarau dipastikan akan lebih banyak lagi produktivitasnya yang diperkirakan, bisa mencapai 20 ton per hektarnya.
Baca juga: Harga Sedang Tinggi, Petani Bawang Merah di Bantul Sumringah
Mukid juga mengungkapkan bahwa harga bawang merah jenis Tajuk cukup tinggi yakni Rp 16 ribu per kilogram untuk kualitas super, sedangkan untuk kualitas biasa dihargai Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogramnya.
Dari harga tersebut, petani tetap akan memperoleh untung yang cukup banyak.
"Saat masa tanam (MT) pertama biaya dari mempersiapkan lahan, bibit hingga setiap panennya dibutuhkan biaya Rp 8 ribu per kilogramnya. Sedangkan dalam masa tanam kedua dibutuhkan biaya kurang dari 8 ribu per kilonya sehingga ketika harga bawang merah dihargai Rp 13 ribu per kilogram sudah untung banyak," ungkapnya.
Sebagai upaya agar hasil panen ini dapat terserap semaksimal mungkin, selain menyasar pasar-pasar pihaknya juga telah bekerjasama dengan warga Sanden yang kini tinggal di luar daerah, seperti di Jakarta dan sekitarnya maupun luar Pulau Jawa.
Paguyuban warga Sanden yang tinggal di luar daerah tersebut memiliki komitmen untuk membeli dan menjualkan bawang merah milik petani Srigading jika harga jatuh tidak sesuai dengan prediksi.
Baca juga: Petani Bawang Merah di Imogiri Bantul Mulai Panen
"Kita punya Paguyuban Warga Sanden di Jakarta, mereka siap menjual bawang merah ke sekitar tempat tinggal mereka," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/harga-bawang-merah-mulai-naik-petani-di-srigading-bantul-berharap-raup-keuntungan.jpg)