Harga Bawang Merah di Bantul Anjlok, Petani Harus Dihadapkan Serangan Hama Ulat
Petani di lahan pasir kawasan Pantai Samas keluhkan harga bawang merah yang jatuh di bawah Rp 10 ribu per kilogramnya.
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Petani di lahan pasir kawasan Pantai Samas keluhkan harga bawang merah yang jatuh di bawah Rp 10 ribu per kilogramnya.
Hal itu disebabkan kualitas bawang merah di lahan pasir tidak sebagus dengan yang ditanam di tanah biasa.
Keadaan itu diperburuk dengan adanya panen raya bawang merah di Jawa Timur dan serapan pasar yang terbatas karena PPKM.
elain itu, saat ini para petani harus memanen bawang merah lebih awal karena serangan hama.
Baca juga: UPDATE Berita Malaysia: Akhirnya PM Muhyiddin Mengundur Diri, Tapi Penggantinya Belum Jelas
Pedagang bawang merah di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Abdul Mukid mengatakan, meski sama-sama bawang merah, namun kualitas panen di lahan tanah lebih baik dibandingkan panenan dari lahan pasir.
"Bawang merah lahan pasir jika dikeringkan bobotnya berkurang banyak, sedangkan bawang merah pada lahan biasa (tanah) tak berkurang banyak bobotnya jika dikeringkan," ujarnya Senin (16/8/2021).
Mukid yang juga Bendahara Perkumpulan Forum Komunikasi Petani Ngremboko Nir Sambikala Kalurahan Srigading mengatakan, saat ini harga bawang merah lahan pasir turun drastis.
Ia mengungkapkan dua pekan yang lalu harga bawang merah masih diatas Rp 20 ribu per kilogramnya namun saat ini harga ditingkat pedagang hanya dibawah Rp 10 ribu per kilogramnya.
"Turunnya hampir 100 persen. Tentu petani akan rugi. Jika dibandingkan modal yang dikeluarkan untuk menanam, minimal harus terjual dengan harga Rp 14 ribu per kilogramnya," ujarnya.
Sementara harga bawang merah yang panen dari lahan pertanian biasa masih dihargai Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogramnya karena panen bawang merah di lahan pertanian biasa (tanah) kualitasnya lebih baik dibandingkan bawang merah yang ditanam di lahan pasir.
Selain itu, ia mengungkapkan, jatuhnya komoditas bawang merah di Bantul ini akibat panen raya di Jawa Timur.
Imbasnya, stok melimpah namun serapan pasar sangat terbatas dengan masih diterapkannya PPKM Level 4 di Pulau Jawa dan Bali.
"Orang tidak boleh menggelar hajatan, restoran, rumah makan dan warung makan jam buka dibatasi otomatis mereka mengurangi jumlah masakan sehingga permintaan bumbu (bawang merah) juga berkurang drastis," ucapnya.
Ia mengungkapkan, sesuai hukum ekonomi, jika suplai banyak sedangkan permintaan turun, maka harga juga akan jatuh.
Meski mengalami turunnya harga bawang merah, kondisi diperburuk dengan adanya serangan hama. Petani harus ekstra bekerja untuk menyelamatkan tanamannya dari serangan hama jenis ulat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/petani-memanen-bawang-merah-di-lahan-pasir-pantai-samas.jpg)