Breaking News:

Jadi Miliarder, Puluhan Warga Dua Desa di Klaten ini Terima Miliaran UGR Tol Yogyakarta-Solo

Puluhan warga pemilik tanah terdampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Desa Kadirejo dan Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Sejumlah warga Desa Kadirejo dan Jungkare Kecamatan Karanganom, Klaten saat menandatangani berita acara pembayaran UGR tol Yogyakarta-Solo, Selasa (24/8/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Puluhan warga pemilik tanah terdampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Desa Kadirejo dan Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menerima uang ganti rugi (UGR) tol.

Untuk Desa Kadirejo terdapat 73 bidang yang yang menerima pembayaran UGR senilai Rp 55 miliar.

Adapun di Desa Jungkare terdapat 7 bidang tanah yang menerima UGR dengan nilai Rp 8,9 miliar.

Baca juga: Jadi DPO Kasus Dugaan Korupsi, RS Dinonaktifkan Sebagai Lurah Karangawen Gunungkidul Sejak Juli

Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah BPN Klaten, Sulistiyono mengatakan jika pembayaran UGR tol di desa itu di bagi ke dalam dua sesi karena mengingat banyaknya warga yang menjadi penerima gamti rugi tol.

"Untuk pembayaran kali ini kita bagi dua sesi. Setiap sesi ada 40 warga, pembayaran tol memperhatikan prokes ketat," ucapnya saat Tribun Jogja temui di sela-sela kegiatan itu di Grha Srikandi, Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Selasa (24/8/2021).

Menurut Sulistiyono, bagi pemilik tanah yang telah menerima pembayaran UGR diminta untuk tidak menanami tanah yang telah dibeli oleh negara tersebut.

Sebab, sewaktu-waktu proyek fisik pembangunan tol bisa saja terjadi.

Diakuinya, hingga pertengahan Agustus ini, pihak BPN Klaten telah merampungkan identifikasi dan inventarisasi lahan terdampak tol di Klaten hingga 99 persen.

"Ada tiga desa yang belum iyu berda di exit tol karena memang patok tol belum di pasang. Kalau keseluruhan sudah 99 persen yang diidentifikasi," urainya.

Baca juga: Diduga Korupsi Uang Pembebasan Lahan JJLS, Polres Gunungkidul Tetapkan RS Sebagai DPO

Sementara itu, Kepala Desa Kadirejo Agus Widodo menyebut 73 bidang tanah yang terdampak tol di desa yang ia pimpin sebagian besar merupakan lahan persawahan.

Ia pun menilai jika harga UGR yang dibayarkan sudah  melampaui harga normal tanah sawah di daerah tersebut.

"Kalau di Kadirejo itu sebagian besar sawah, tanah kas desa ada tapi UGR-nya belum dibayarkan. Untuk harga UGR yang diterima cukup tinggi dari harga normal," jelas dia. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved